Palangka Raya (ANTARA) - Anggota DPRD  Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Norhaini mengingatkan kepada warga yang menjadi korban banjir luapan air Sungai Kahayan untuk mewaspadai sebaran penyakit yang sering muncul saat banjir melanda pemukiman mereka.

"Banjir tidak hanya membawa dampak kerugian materiil dan tekanan psikis bagi korbannya, akan tetapi masalah kesehatan sering menyerang warga saat banjir melanda pemukiman," katanya di Palangka Raya, Selasa.

Dia menjelaskan, penyakit itu muncul adanya kotoran dan kuman yang terbawa hanyut air, hingga fasilitas kebersihan yang tidak memadai selama banjir menjadi penyebab utama munculnya penyakit.

Maka dari itu, ia terus mengingatkan kepada warga yang terdampak banjir untuk senantiasa menjaga kesehatan dari penyakit akibat musibah banjir yang sudah dua minggu lebih ini melanda pemukiman warga.

"Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat yang terdampak bencana banjir luapan air Sungai Kahayan, agar selalu menjaga kesehatannya dari penyakit yang mudah menjangkit tubuh manusia," ucapnya.

Diungkapkan srikandi yang tergabung di Komisi C DPRD Kota Palangka Raya itu, beberapa penyakit yang bisa muncul dari imbas banjir diantaranya infeksi kulit, leptospirosis, diare, demam berdarah, Ispa, DBD, tifus dan pes yang merupakan penyakit infeksi pada manusia dan hewan yang disebabkan oleh bakteri Yersinia Pestis.

Penyebaran penyakit-penyakit itu dibawa oleh luapan air sungai yang kotor dan bercampur dengan kotoran, bahkan limbah yang dihasilkan pada lingkungan rumah yang terdampak banjir.

Norhaini juga berharap, meski dengan kondisi banjir seperti sekarang ini, warga jangan sampai lengah akan pentingnya kesehatan tubuhnya.

Bahkan masyarakat disarankan untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti rutin melakukan cuci tangan terlebih dahulu sebelum dan sesudah makan, ketika akan memasak makanan pastikan terlebih dahulu peralatan yang akan dipakai dalam keadaan bersih.

"Saya imbau agar masyarakat tetap menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga kesehatan pribadi serta keluarganya, menjaga kebersihan lingkungan, kemudian juga mewaspadai penyakit-penyakit yang biasanya muncul saat banjir seperti yang dialami masyarakat di 12 kelurahan di Palangka Raya yang pemukiman dilanda bencana banjir tahunan," demikian Politisi Partai Golkar Palangka Raya itu.