Program KEK perlu dievaluasi secara menyeluruh
Senin, 6 November 2023 23:00 WIB
Anggota DPD RI Agustin Teras Narang. ANTARA/HO-Tim Teras Narang.
Palangka Raya (ANTARA) - Anggota DPD RI Agustin Teras Narang menilai program Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang dilaksanakan pemerintah pusat di berbagai daerah di Indonesia, perlu mendapat perhatian dan dievaluasi secara menyeluruh.
Penilaian dan evaluasi itu karena melihat masih adanya kesenjangan dalam pelaksanaan maupun pengelolaan KEK di suatu daerah dengan daerah lainnya, kata Teras Narang melalui rilis diterima di Palangka Raya, Senin.
"Kami di Komite II DPD RI, baru melakukan kunjungan kerja ke Lido, Kabupaten Bogor. Kunjungan itu untuk melihat sejauh mana kehadiran KEK di lahan seluas 1.040 hektar bisa berdampak pada pembangun di daerah," ucapnya.
Berdasarkan hasil kunjungan dan pertemuan dengan Sekda Kabupaten Bogor Burhanudin, Komite II DPD RI ada mendapat berbagai catatan penting terkait KEK Lido. Di mana, KEK Lido belum yang tujuannya adalah mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, dan meningkatkan daya saing daerah, belum begitu berdampak kepada Kabupaten Bogor.
Teras Narang mengatakan, belum lagi jika pemerintah daerah sudah keluar dana triliunan rupiah, sementara KEK tak kunjung memberikan dampak seperti yang diharapkan sesuai dengan tujuan dari dibuat dan dilaksanakannya program tersebut.
Baca juga: Dipercaya Jadi Ketua Yayasan Kesehatan PGI, Teras minta dukungan stakeholder
"Jadi, apa yang menjadi kegelisahan daerah Kabupaten Bogor dalam menghadapi KEK Bogor, adalah kegelisahan DPD RI juga sebagai representasi daerah," kata dia.
Menurut mantan Gubernur Kalimantan Tengah periode 2005-2015 itu, penting melihat kembali kerja koordinasi dalam hubungan pusat dan daerah, agar kepentingan pembangunan KEK bisa bermanfaat bagi daerah sebagaimana makna dan hakiki keberadaannya. Sebab, pembangunan KEK itu ada tiga kunci penting, yakni pemerintah, pengusaha, dan masyarakat.
"KEK Lido di Bogor itu satu dari 19 KEK yang dilaksanakan pemerintah pusat di seluruh Indonesia. Itulah kenapa perlu ditelisik lagi sejauh mana keberhasilan dan kegagalan program KEK ini," demikian Teras Narang.
Baca juga: Optimalkan peran YPTKES GKE menjawab tantangan memajukan SDM di Kalteng
Baca juga: Teras Narang ajak mahasiswa IAHN Palangka Raya siap terlibat memajukan Indonesia
Baca juga: Pemerintah harus antisipatif dan hadir saat terjadi konflik
Penilaian dan evaluasi itu karena melihat masih adanya kesenjangan dalam pelaksanaan maupun pengelolaan KEK di suatu daerah dengan daerah lainnya, kata Teras Narang melalui rilis diterima di Palangka Raya, Senin.
"Kami di Komite II DPD RI, baru melakukan kunjungan kerja ke Lido, Kabupaten Bogor. Kunjungan itu untuk melihat sejauh mana kehadiran KEK di lahan seluas 1.040 hektar bisa berdampak pada pembangun di daerah," ucapnya.
Berdasarkan hasil kunjungan dan pertemuan dengan Sekda Kabupaten Bogor Burhanudin, Komite II DPD RI ada mendapat berbagai catatan penting terkait KEK Lido. Di mana, KEK Lido belum yang tujuannya adalah mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, dan meningkatkan daya saing daerah, belum begitu berdampak kepada Kabupaten Bogor.
Teras Narang mengatakan, belum lagi jika pemerintah daerah sudah keluar dana triliunan rupiah, sementara KEK tak kunjung memberikan dampak seperti yang diharapkan sesuai dengan tujuan dari dibuat dan dilaksanakannya program tersebut.
Baca juga: Dipercaya Jadi Ketua Yayasan Kesehatan PGI, Teras minta dukungan stakeholder
"Jadi, apa yang menjadi kegelisahan daerah Kabupaten Bogor dalam menghadapi KEK Bogor, adalah kegelisahan DPD RI juga sebagai representasi daerah," kata dia.
Menurut mantan Gubernur Kalimantan Tengah periode 2005-2015 itu, penting melihat kembali kerja koordinasi dalam hubungan pusat dan daerah, agar kepentingan pembangunan KEK bisa bermanfaat bagi daerah sebagaimana makna dan hakiki keberadaannya. Sebab, pembangunan KEK itu ada tiga kunci penting, yakni pemerintah, pengusaha, dan masyarakat.
"KEK Lido di Bogor itu satu dari 19 KEK yang dilaksanakan pemerintah pusat di seluruh Indonesia. Itulah kenapa perlu ditelisik lagi sejauh mana keberhasilan dan kegagalan program KEK ini," demikian Teras Narang.
Baca juga: Optimalkan peran YPTKES GKE menjawab tantangan memajukan SDM di Kalteng
Baca juga: Teras Narang ajak mahasiswa IAHN Palangka Raya siap terlibat memajukan Indonesia
Baca juga: Pemerintah harus antisipatif dan hadir saat terjadi konflik
Pewarta : Jaya Wirawana Manurung
Editor : Admin 2
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Teras Narang dorong peningkatan kapasitas BNNK Kotim perkuat pemberantasan narkoba
27 February 2026 13:25 WIB
OJK Kalteng-DPD RI kawal penerapan UU ITE lindungi masyarakat dari kejahatan digital
20 December 2025 9:36 WIB
Teras Narang ajak semua pihak dukung hilirisasi pasir kuarsa dan alumina di Kalteng
01 December 2025 17:25 WIB
DPRD bersama Pemkot Palangka Raya komitmen tuntaskan masalah tapal batas antarwilayah
13 October 2025 14:02 WIB
Terpopuler - Prov. Kalimantan Tengah
Lihat Juga
Siapkan layanan penukaran uang baru, BI imbau masyarakat Kalteng waspada uang palsu
11 March 2026 17:59 WIB