Palangka Raya (ANTARA) - Tim Penggerak PKK Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Dinas Pendidikan setempat berkolaborasi dalam memperkuat penerapan 4 pilar kebangsaan di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di daerah setempat.

"Pelajar harus memiliki kecerdasan intelektual, karakter kuat, dan jiwa kebangsaan sebagai modal mewujudkan generasi emas Indonesia 2045," kata Ketua Tim Penggerak PKK Kota Palangka Raya, Avina Fairid Naparin di Palangka Raya, Senin.

Hal tersebut disampaikan Avina saat dikonfirmasi terkait Sosialisasi Wujudkan Pelajar Generasi Emas dengan 4 Pilar Kebangsaan, Tolak Narkoba, dan Cinta Tanah Air di SMP Negeri 6 Palangka Raya.

Ia menegaskan, empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika harus dihayati dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Avina mengingatkan bahwa penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar meningkat secara nasional dari 1,38 persen pada 2022 menjadi 1,73 persen pada 2024 atau setara 3,3 juta pengguna. Meskipun Palangka Raya bukan daerah dengan angka tertinggi, tren ini tetap perlu diwaspadai.

Baca juga: TP PKK - BPPOM Palangka Raya latih pendaftaran NIB pelaku usaha

Ia mengajak seluruh pihak memperkuat sinergi sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan berkarakter.

“Mencintai tanah air berarti menjaga diri dari perusak bangsa seperti narkoba, hoaks, kekerasan digital, dan budaya instan,” ujarnya.

Avina berharap kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan berorientasi pada pembentukan generasi muda unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan, sekaligus mewujudkan Palangka Raya sebagai kota yang melahirkan generasi berkualitas dan berdaya saing tinggi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani mengatakan, dalam mewujudkan pelajar generasi emas, diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak tak terkecuali TP PKK setempat.

Dia mengatakan, TP PKK Kota Palangka Raya juga berkomitmen untuk mengambil peran aktif dalam mencetak generasi emas Indonesia 2045 dengan fokus pada pembinaan karakter, kesehatan, dan keterampilan pelajar sejak usia dini.

"Selain itu, pembinaan generasi muda tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga dan masyarakat. PKK hadir di tengah keluarga untuk memastikan anak-anak tumbuh sehat, cerdas, berakhlak mulia, dan memiliki keterampilan hidup yang baik,” kata Jayani.

Baca juga: Disdik apresiasi dua guru berprestasi di lomba tulisan ilmiah 2025

Baca juga: Pemkot Palangka Raya catat 68 objek pajak di kawasan kuliner

Baca juga: Sambut ribuan mahasiswa baru UPR, Gubernur Kalteng ingatkan jauhi judi online