Sampit (ANTARA) - Hujan deras yang terjadi dalam dua hari terakhir, belum mampu sepenuhnya memadamkan kebakaran lahan gambut yang terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. 

"Kebakaran terjadi sejak 28, 29, 30 dan 31 Januari. Sekarang hari keempat. Masih berasap. Berarti api masih aktif di bagian bawah (gambut)," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, Multazam di Sampit, Sabtu.

Kebakaran lahan yang terjadi di Desa Bangkuang Makmur Kecamatan Mentawa Baru Ketapang sudah memasuki hari keempat. Petugas terus berusaha memadamkan kebakaran di lahan yang areanya cukup luas tersebut.

Berdasarkan foto udara yang diambil BPBD Kotawaringin Timur, lokasi lahan yang terbakar berbentuk persegi empat memanjang. 

Lahan tersebut terlihat dibatasi jalan di sekelilingnya. Di sebelahnya terlihat hamparan kebun kelapa sawit, sementara di sisi lainnya terlihat masih berupa belukar.

Sejak menerima laporan, BPBD Kotawaringin Timur langsung menerjunkan tim ke lokasi untuk memadamkan api. Meski bisa dijangkau jalur darat, namun kondisi sumber air yang minim, menjadi salah satu kendala bagi petugas.

Baca juga: Lelang jabatan Inspektur Kotim masih sepi pendaftar

Kondisi lahan yang terbakar diduga merupakan gambut tebal sehingga pemadaman semakin sulit karena api membakar hingga ke dalam tanah. Gambut yang kering sangat mudah terbakar dan terus menjalar meski api di permukaan terlihat sudah padam.

Hujan deras yang mengguyur dua hari terakhir, belum juga mampu sepenuhnya memadamkan kebakaran di lokasi tersebut. Hingga Sabtu siang kebakaran masih tersisa dan mengeluarkan asap putih. 

Hasil analisa BPBD Kotawaringin Timur dengan menggunakan pesawat nirawak, luas kebakaran lahan yang awalnya 8,5 hektare, kini menjadi 13,39 hektare. Namun, saat ini api di permukaan sudah tidak terlihat lagi.

"Kami masih proses pendinginan lokasi Desa Bangkuang Makmur. Proses pendinginan itu bila masih ada asap yang keluar. Area yang terbakar berada di bawah permukaan tanah," ujar Multazam. 

Hujan deras yang kembali terjadi pada Sabtu sore dan merata, diharapkan mampu membuat kebakaran lahan gambut di lokasi itu benar-benar padam. Hujan deras juga diharapkan bisa membuat tanah kembali basah sehingga potensi kebakaran bisa berkurang.

Baca juga: Bupati tanggapi dugaan korupsi dana hibah KPU Kotim

Baca juga: Pimpin Diskominfo Kotim, Cok Orda siap kawal program prioritas bupati

Baca juga: Bupati Kotim instruksikan kepala OPD siaga hadapi karhutla