Palangka Raya (ANTARA) - Bulog Wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) telah melakukan pemesanan Minyakita di tiga pabrik besar, sebagai upaya menjaga ketersediaan dalam memenuhi kebutuhan minyak goreng masyarakat, termasuk saat Ramadhan maupun Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
"Ini sekaligus sebagai upaya Bulog berperan aktif menjaga stabilitas harga minyak goreng di pasaran," terang Kepala Kantor Bulog Wilayah Kalteng Budi Sultika di sela peninjauan pasar, Palangka Raya, Kamis.
Budi mengatakan, saat peninjauan lapangan yang baru saja pihaknya lakukan bersama tim gabungan, masih ditemukan Minyakita yang dijual melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp15.700 per liter.
"Tadi kita lihatkan kisarannya Rp16.800- Rp18.000 per liter, itu kan di atas HET ya," katanya.
Kondisi ini menjadi perhatian pihaknya. Adapun penjualan yang melebihi HET tersebut, diperkirakan lantaran stok yang dimiliki pedagang berasal dari swasta.
"Jadi kalau ditemukan sekarang minyak yang mahal di atas ketentuan, itu minyak yang memang bukan dari BUMN," ujarnya.
Baca juga: Pemprov Kalteng kawal harga dan pasokan bapok, jaga stabilitas jelang Ramadhan
Oleh karena itu, sebagai salah satu upaya nyata dalam menstabilkan harga minyak goreng khususnya Minyakita, pihaknya telah melakukan pemesanan hingga 1,9 juta liter di tiga pabrik besar yang nantinya diperuntukan ke seluruh wilayah Kalimantan Tengah.
"Nanti akan kami sebar hingga akhir Februari, dan ditargetkan dalam beberapa minggu ini agar harga Minyakita dapat turun," jelas Budi.
Adapun upaya intervensi ini sebagai tindaklanjut pihaknya terhadap mandat yang diterima BUMN dari pemerintah untuk bergerak aktif menjaga stabilitas harga minyak goreng.
Mandat dimaksud yakni Permendag Nomor 43 Tahun 2025 untuk mendistribusikan 35 persen dari total kuota domestic market obligation (DMO) Minyakita.
Baca juga: Perdagangan luar negeri Kalteng surplus 3.502,54 juta Dolar AS
Baca juga: Gubernur temui Menhut RI bahas optimalisasi DBH-DR untuk Kalimantan Tengah
Baca juga: Pemprov Kalteng-Kemenhut bersinergi cegah karhutla demi hutan lestari