Sampit (ANTARA) - Komando Distrik Militer (Kodim) 1015/Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, menggelar latihan bersama kesiapsiagaan serta antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), guna memperkuat kemampuan pencegahan, penanganan hingga pemulihan bencana menghadapi potensi cuaca ekstrem di 2026.

Latihan hari ini puncak dari program TNI Angkatan Darat di Kodim 1015/Sampit yaitu latihan standarisasi sistem blok, kata Komandan Kodim (Dandim) 1015/Sampit Letkol Inf Dwi Candra Setiawan di Sampit, Kamis.

"Materi pelatihan adalah penanggulangan bencana alam, khususnya bencana alam penanggulangan karhutla," ucapnya.

Adapun kegiatan ini bersinergi dengan BPBD Kotim, Manggala Agni Pondok Kerja Sampit, PT Baratama Putra Perkasa, PT Siemon Agro, PT Ocean Bagus Jaya, PT Borneo Ikhsan Sejahtera dan PT Ceria Karya Pranawa, dengan melibatkan personel Kodim 1015/Sampit yang diperkuat Yonif TP 923 Mentaya.

Sementara latihan aplikasi teritorial sistem blok terpilih penanggulangan bencana karhutla, dilaksanakan di lapangan panahan Jalan Tjilik Riwut Kilometer 2,5 Sampit, yang mendukung kegiatan simulasi pemadaman kebakaran lahan.

Dwi Candra menjelaskan, tujuan utama latihan adalah meningkatkan kesiapsiagaan personel, alat perlengkapan dan materiil seluruh unsur yang terlibat agar mampu mengantisipasi serta menangani karhutla secara cepat dan terpadu.

"Latihan ini untuk membekali dan meningkatkan kemampuan dalam rangka kesiapsiagaan untuk mengantisipasi dan mencegah, termasuk penanganan karhutla di wilayah Kodim 1015/Sampit. Sekaligus memastikan kesiapsiagaan personel dan alat perlengkapan," ujarnya.

Dwi Candra mengatakan materi latihan difokuskan pada tiga tahapan utama, yakni pencegahan, penanganan dan pemulihan pasca karhutla. Pada tahap pencegahan dilakukan sosialisasi larangan membuka lahan dengan cara membakar serta edukasi dampak karhutla terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Kemudian, pada tahap penanganan dilakukan simulasi respons cepat pemadaman dan koordinasi lintas sektor, sementara tahap pemulihan dilakukan melalui rehabilitasi lahan, reboisasi dan pendampingan terhadap masyarakat terdampak.

Ia menegaskan ancaman karhutla di Kalimantan Tengah, khususnya Kotim, harus menjadi perhatian serius seluruh pihak mengingat BMKG memprediksi wilayah tersebut berpotensi mengalami musim panas ekstrem dan rawan kebakaran pada 2026.

Bahkan, ada prediksi fenomena Godzilla El Nino yang diperkirakan terjadi pada akhir 2026 hingga mencapai puncak siklus pada 2027 perlu diantisipasi sejak dini melalui penguatan kesiapsiagaan bersama.

"Jadi, apabila fenomena itu terjadi kita semua, baik dari TNI, Polri, Pemda, masyarakat maupun perusahaan swasta semuanya siap untuk menghadapi, mengantisipasi termasuk jika itu terjadi kita dapat menanggulangi bencana kebakaran hutan dan lahan," lanjutnya.

Baca juga: Pasangan calon haji asal Kotim diterbangkan ke Madinah setelah sempat tertunda

Dwi Candra menambahkan penanganan karhutla bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aparat semata, melainkan memerlukan sinergi seluruh elemen masyarakat termasuk tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda hingga perusahaan swasta.

Ia meminta seluruh prajurit terus aktif memberikan edukasi kepada masyarakat dan perusahaan agar tidak melakukan pembakaran lahan, tidak membuang puntung rokok sembarangan serta memastikan perusahaan memiliki personel dan perlengkapan standar penanganan karhutla.

"Prioritaskan kegiatan penangkalan atau pencegahan secara terpadu dengan melibatkan seluruh satuan TNI, badan, dinas dan instansi terkait serta masyarakat dengan mengedepankan tindakan preventif dan responsif," tambahnya.

Melalui latihan tersebut, Kodim 1015/Sampit berharap kemampuan antisipatif dan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman karhutla semakin kuat sehingga dampak kerusakan lingkungan, kerugian ekonomi maupun gangguan kesehatan masyarakat dapat diminimalkan.

Dukungan terhadap penguatan kesiapsiagaan karhutla juga datang dari kalangan dunia usaha. Salah satunya Direktur Utama Ocean Bagus Jaya, Sudiono, yang menilai penanggulangan karhutla tidak mungkin dilakukan sendiri tanpa kolaborasi lintas sektor.

"Kami sangat berterima kasih dilibatkan dalam acara ini di Kodim 1015 Sampit. Dalam menanggulangi kebakaran hutan apalagi kami bagian kecil dari masyarakat, ini tidak mungkin sendiri. Kita harus bersama memang, bahu-membahu," ujarnya.

Ia mengatakan melalui kegiatan tersebut pihak perusahaan dapat memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan seluruh stakeholder terkait, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri hingga unsur penanggulangan bencana lainnya.

Ia juga menyampaikan kesiapan internal perusahaannya dalam menghadapi ancaman karhutla. baik dari sisi personel maupun sarana pendukung yang telah disesuaikan dengan ketentuan pemerintah.

"Alhamdulillah kami sudah memenuhi persyaratan yang tertuang dalam peraturan pemerinta. Mulai dari menara api, patroli dan personel semua kami sudah siap," pungkasnya.

Baca juga: Bulog Kotim optimalkan serapan gabah sebelum kemarau panjang

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam menegaskan bahwa kesiapsiagaan harus terus dijaga karena bencana dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa tanda pasti. Oleh sebab itu, kesiapan sumber daya manusia maupun peralatan menjadi faktor utama dalam menghadapi ancaman karhutla.

"Bencana itu tidak memberi kabar. Jadi, kesiapan sumber daya manusia maupun peralatan harus dalam kondisi prima. Karena itu menjadi faktor utama dalam menghadapi ancaman karhutla," ucapnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Kodim 1015/Sampit yang telah menginisiasi latihan bersama di tengah status siaga bencana karhutla yang mulai diberlakukan di wilayah Kotim.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam mengukur kesiapan seluruh unsur sekaligus bahan evaluasi untuk melengkapi kekurangan yang masih ditemukan di lapangan.

Multazam pun menilai pelaksanaan latihan berjalan sangat baik karena seluruh unsur yang terlibat, mulai dari TNI, BPBD hingga perusahaan swasta dapat terjun langsung dalam simulasi penanganan karhutla di lapangan.

Baca juga: Pemkab Kotim perkuat bimbingan pengadaan barang jasa di desa cegah pelanggaran

Bahkan, kata dia, skenario latihan sempat diubah pada akhir kegiatan agar seluruh peserta memiliki kesempatan merasakan langsung pola koordinasi dan penanganan ketika terjadi kebakaran hutan dan lahan.

Multazam turut mengapresiasi keterlibatan Pondok Kerja Manggala Agni serta dunia usaha dalam mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia penanggulangan karhutla di daerah.

"Terima kasih kepada Dandim 1015/Sampit dan seluruh pihak yang terlibat. Nanti apa yang kita lakukan hari ini akan kita evaluasi bersama bagian mana yang masih kurang dan apa yang harus ditingkatkan," tuturnya.

Ia juga mengungkapkan kondisi cuaca saat ini perlu menjadi perhatian bersama karena fenomena El Nino mulai menunjukkan peningkatan sejak awal Mei 2026, sehingga seluruh pihak diminta meningkatkan kewaspadaan tanpa menimbulkan kepanikan di masyarakat.

"Kami berharap situasi ini tidak membuat masyarakat panik tapi berkolaborasi. Pemerintah, TNI, Polri dan dunia usaha tidak mungkin berdiri sendiri, keterlibatan masyarakat juga bagian penting dalam penanggulangan," demikian Multazam.

Baca juga: Legislator Kotim desak usut tuntas terkait SK mutasi palsu ASN

Baca juga: Legislator Kotim optimis turnamen basket pelajar ajang regenerasi atlet

Baca juga: BKPSDM Kotim telusuri isu SK mutasi palsu