Buntok (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Selatan, Kalimantan Tengah menggandeng perum Bulog serta berbagai lintas sektoral dalam upaya memperkuat ketahanan pangan, sekaligus memperkuat perlindungan perempuan maupun anak di daerah ini.
Bupati Barito Selatan, Eddy Raya Samsuri di Buntok, Selasa, mengatakan penandatanganan nota kesepahaman mengenai pengelolaan cadangan pangan merupakan langkah strategis, serta bentuk komitmen bersama dalam mendukung penyerapan hasil pertanian masyarakat lokal.
"Kegiatan ini dilaksanakan dalam upaya menjaga stabilitas harga pangan di daerah," ucapnya saat penandatanganan nota kesepahaman.
Menurut dia, penandatanganan nota kesepahaman ini guna memperkuat cadangan pangan pemerintah Kabupaten Barito Selatan dan mendukung pengendalian inflasi daerah.
"Kegiatan ini juga dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani lokal di kabupaten ini," kata Eddy Raya.
Orang nomor satu di lingkup Pemkab Barsel itu pun berharap kepada jajaran perangkat daerah terkaitm dan Perum Bulog, agar terus membangun komunikasi, koordinasi dan evaluasi secara berkala supaya tujuan kerja sama ini dapat tercapai dengan optimal.
Eddy Raya menyampaikan, disamping melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman mengenai pengelolaan cadangan pangan daerah, pihaknya juga melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman terkait pencegahan kekerasan terhadap perempuan serta anak di daerah ini.
Baca juga: DPRD-Pemkab Barsel matangkan Raperda Masyarakat Hukum Adat
"Hal itu mengingat berbagai persoalan sosial seperti kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan orang, dan perkawinan usia anak, serta anak yang berhadapan dengan hukum masih menjadi tantangan dan memerlukan penanganan serius, terpadu, serta berkelanjutan," jelasnya.
Oleh karena itu, sinergi dan kolaborasi antar pemerintah daerah, aparat penegak hukum dan penandatanganan kerja sama ini bentuk komitmen dan keseriusan bersama dalam memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak, sebagai kelompok yang harus mendapatkan perhatian, perlindungan dan pemenuhan hak secara optimal.
Acara penandatanganan nota kesepahaman tersebut dihadiri Wakil Bupati Barito Selatan, Khristianto Yudha, Penjabat Sekda, DR Ita Minarni, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala kantor Bulog Buntok dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat.
Baca juga: Pemkab harapkan Pertamina tambah kuota BBM jenis pertamax di Barsel
Baca juga: DPMD Barsel imbau pemerintah desa efisiensi dan optimalkan anggaran
Baca juga: Legislator Barsel sarankan pemkab rampungkan dua regulasi landasan penentuan WPR