Logo Header Antaranews Kalteng

113,46 Hektare Lahan Di Kalimantan Tengah Terbakar

Senin, 7 Oktober 2013 14:03 WIB
Image Print
Ilustrasi, Kebakaran Lahan (Istimewa)
Kondisi kebakaran hutan dan lahan di Kalteng sudah dalam tingkat memprihatinkan serta perlu adanya kepedulian semua pihak untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran,"

Sampit, Kalteng, 7/10 (Antara) - Sedikitnya 113,46 hektare lahan kosong di Kalimantan Tengah (Kalteng) terbakar selama September-Oktober 2013 dan 346 titik panas (hot spot) terdeteksi di daerah tersebut.

"Kondisi kebakaran hutan dan lahan di Kalteng sudah dalam tingkat memprihatinkan serta perlu adanya kepedulian semua pihak untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran," kata staf data Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng, Andreas Dodi, Senin.

Sepanjang September 2013 di Kalteng terdeteksi sebanyak 549 titik panas dengan luas kebakaran hutan dan lahan mencapai 113,46 hektare.

Sedangkan terhitung sejal 1-6 Oktober 2013 terdeteksi sebanyak 346 titik panas dengan luas areal lahan yang terbakar mencapai 32,3 hektare.

Titik panas pada Oktober 2013 diprediksi akan terus bertambah dan jumlahnya akan lebih banyak dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Titik panas terbanyak berada di wilayah Kabupaten Katingan, yakni sebanyak 45 titik panas, kemudian di susul Kabupaten Kotawaringin Timur sebanyak 41 titik panas.

Selanjutnya di Kabupaten Seruyan ada sebanyak 37 titik panas, Kabupaten Gunus Emas 35 titik panas dan kabupaten lamandau 32 titik panas.

Sedangkan di wilayah kabupaten lain yang ada di Kalimantan Tengah rata-rata dibawah 10 titik panas.

Menurut dia sekarang baru memasuki awal bulan dan titik panas yang terdeteksi sudah mencapai 346 titik panas, apa lagi hingga akhir bulan nanti.

"Kondisi cuaca saat ini masih sangat ekstrim, suhu udara yang panas tentunya akan memicu semak belukar semakin cepat mongering dan mudah terbakar," katanya.

Sampai saat ini status Kalimantan Tengah masih berubah, yakni siaga I bencana kebakaran hutan dan lahan.

"Melihat kondisi yang ekstrim tersebut, pos siaga bencana kebakaran hutan dan lahan diperpanjang hingga 15 Oktober 2013 nanti," terangnya.


(T.KR-UTG/C/B008/B008)



Pewarta :
Editor: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026