Penumpang "Speed Boat" Sungai Barito Masih Sepi

id Penumpang Speed Boat Sungai Barito Masih Sepi

Penumpang "Speed Boat" Sungai Barito Masih Sepi

Ilustrasi, (Istimewa)

Muara Teweh (Antara Kalteng) - Arus balik Lebaran 1435 Hijriyah hari kedua melalui angkutan sungai menggunakan kapal cepat di pelabuhan terapung di Sungai Barito dari dan ke Muara Teweh Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah masih sepi.

"Sampai siang ini hanya satu unit speed boat diberangkatkan ke Buntok Kabupaten Barito Selatan, padahal lebaran tahun lalu dua unit," kata Kepala UPTD Lalulintas Angkutan Sungai Danau Dan Penyeberangan (LLASDP) pada Dinas Perhubungan Barito Utara, Nurdin di Muara Teweh, Rabu.

Meski arus balik dari pelabuhan daerah Pemkab Barito Utara menuju Muara Teweh - Buntok, Muara Teweh - Puruk Cahu Kabupaten Murung Raya dan Muara Teweh - Tumpung Laung Kecamatan Montallat masih sepi.

Namun sebaliknya penumpang yang tiba di Muara Teweh dari Buntok dan Tumpung Laung relatif banyak, `speedboat` yang tiba mencapai dua unit.

"Meski penumpang dari Muara Teweh masih sepi, namun sebaliknya mulai ada lanjakan dan diperkirakan arus balik ini mencapai puncaknya pada Jumat (1/8) dan Sabtu (2/8) nanti," katanya.

Sepinya penumpang ini karena pemudik banyak memilih transportasi darat menggunakan jasa bus maupun biro perjalanan (travel) karena jalan darat sudah baik, sehingga mereka memilih jalan darat. Sebagian besar karyawan perusahaan tambang dan kayu serta warga yang tinggal di desa pinggiran sungai.

Harga tiket "speed boat" ke kawasan hilir atau selatan sungai sepanjang 900 kilometer yang bermuara di wilayah Kalimantan Selatan itu dari Muara Teweh ke Buntok Rp135 ribu dan Muara Teweh-Tumpung Laung Kecamatan Montallat Rp100.000/penumpang serta Muara Teweh-Puruk Cahu Rp160.000.

Nurdin memprediksi arus balik melalui sungai tahun ini diperkirakan menurun, karena saat ini pedalaman Sungai Barito surut. Sungai semakin dangkal sehingga transportasi menuju daerah lainnya di pinggiran Sungai Barito hanya bisa dilalui kapal kecil, katanya

Biasanya saat Sungai Barito naik atau debit normal, angkutan sungai menggunakan bus air tujuan Muara Teweh-Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) bisa berlayar, kata dia.

Di Muara Teweh terdapat tiga pelabuhan untuk angkutan `speed boat` sejumlah tujuan, yakni dua milik masyarakat dan satu pelabuhan yang lebih representatif milik Pemkab Barito Utara.

(T.K009/B/S019/S019)


Pewarta :
Editor : Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2014

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.