Pengrajin Batu Hijrah Ke Pangkalan Bun

id Batu akik, jenis batu, Pengrajin Batu

Pengrajin Batu Hijrah Ke Pangkalan Bun

Ilustrasi - Batu akik (ANTARA FOTO/R. Rekotomo)Istimewa

Pangkalan Bun (Antara Kalteng) - Demam batu permata rupanya bukan hanya bagi kalangan tertentu saja tapi kini sudah merambah pada setiap kalangan, termasuk pengrajinnya yang kebanjiran orderan hingga hijrah dari Rengas Dengklok Banten ke Pangkalan Bun Kalimantan Tengah.

Adanya kegemaran baru ini membuat pengrajin batu kebanjiran pesanan baik dari dalam kota bahkan dari luar kota sehingga harus menambah tenaga kerja bahkan ada juga yang mencoba keberuntungannya dengan mencari batu pada desa dipedalaman yang memang mempunyai tambang batu permata.

Berbeda dengan sosok pengrajin batu seperti Wahyu, yang kini harus hijrah dari Rengas Dengklok Provinsi Banten ke kota Pangkalan Bun Kalimantan Tengah, karena membuat pola batu akik di kabupaten yang terkenal dengan batu kecubung ini lebih menjanjikan.

Setiap membentuk batu permata segala jenis batu, harganya disamakan, yakni Rp 50 ribu, dengan tidak melihat ukuran baik besar maupun kecil batu yang digesek hingga jadi permata yang siap pakai, sedangkan pengolahan bentuk batu di kota asalnya hanya rata-rata Rp 30 ribu saja, dan bahkan persaingan yang cukup ketat.

“Kota ini cukup menjanjikan dalam usaha batu mulia, karena berpotensi memiliki batu yang sebenarnya jauh lebih baik dari kota lain, dan memiliki karakter batu tersendiri, yakni Batu Kecubung,” ujarnya.

Dalam dua bulan sebagai pengrajin batu di Pangkalan Bun, dirinya mampu menafkahi keluarganya, membayar kontrakan yang berada di Gang Sesepat dan membeli sebuah kendaraan roda dua bekas.


Pewarta :
Editor : Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.