Sampit (Antara Kalteng) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap musibah kebakaran di permukiman.
"Terkait seringnya kebakaran bangunan akhir-akhir ini maka kami mengimbau masyarakat supaya lebih hati-hati terhadap hal yang bisa memicu terjadinya kebakaran," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kotawaringin Timur, Sutoyo di Sampit.
Sebulan terakhir, beberapa kali kebakaran terjadi. Dua kebakaran terjadi di gudang pabrik. Dua kebakaran kemudian terjadi berturut-turut, yakni Jumat (24/6) tengah malam, kebakaran menghanguskan dua rumah warga di kawasan simpang tiga Baamang, sedangkan Minggu (26/6) pagi kebakaran menghanguskan satu rumah di Jalan Pepaya Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
Kebakaran besar terjadi Kamis (30/6) di pasar Desa Tumbang Sangai Kecamatan Telaga Antang. Api menghanguskan 37 rumah toko, los pasar sebanyak 16 unit dan rumah pribadi sebanyak 20 rumah, dengan total kerugian diperkirakan lebih dari Rp23,3 miliar.
Kebakaran kembali terjadi saat Idul Fitri pada Rabu (6/7) siang. Sebuah bangunan terdiri lima buah barak kontrakan di Jalan Anang Santawi ludes terbakar.
Sutoyo meminta masyarakat berhati-hati menggunakan barang-barang elektronik yang berlebihan di satu titik saklar karena bisa memicu hubungan pendek arus listrik. Saat terjadi pemadaman listrik, genset harus dalam kondisi mati jika hendak diisi bahan bakar.
"Meletakkan lilin, lampu teplok dan minyak tanah, juga harus hati-hati. Jauhkan dari jangkauan anak-anak. Letakkan di tempat yang tidak mudah terbakar, sehingga bila tersenggol oleh binatang seperti kucing, anjing dan tikus maka tidak sampai memicu kebakaran," ucap Sutoyo.
Jaringan listrik yang sudah tua atau rusak, harus segera diganti. Namun, pemasangan jaringan listrik secara sembarangan dan penggunaan peralatan listrik yang tidak memenuhi standar keamanan, juga berisiko memicu kebakaran.
"Lebih baik mengeluarkan biaya tidak seberapa daripada habis semuanya. Begitu juga pemasangan tabung gas harus terpasang dengan benar dan ditauh di tempat yang tidak bisa dijangkau anak-anak," ujar Sutoyo.
