Bejat! Pemabuk Perkosa Ibu dari Empat Anak

id pemerkosaan, polres palangka raya, akp Ismanto Yuwono

Ilustrasi - Perempuan korban pemerkosaan. (inserbia.info)

Palangka Raya (Antara Kalteng) -  Seorang ibu rumah tangga (IRT) yang memiliki empat orang anak berinisial FI (28) warga Jalan Bukit Raya Kota Palangka Raya diduga diperkosa orang tidak dikenal yang terpengaruh minuman keras.

"Laporan korban sudah kita terima, dan akan dilakukan pemeriksaan lebih intensif terhadap korban," kata Kasat Reskrim Polres Palangka Raya AKP Ismanto Yuwono, Kamis.

Pihak kepolisian usai menerima laporan tersebut juga langsung bergerak melakukan penyelidikan terhadap pelaku yang melakukan tindakan asusila kepada korban sebanyak dua kali.

"Kita akan lakukan penyelidikan terhadap pelaku tindakan asusila ini, hanya saja kita perlu mendapatkan informasi mengenai ciri-ciri pelaku kepada korban dan para saksi dalam kasus ini," katanya.

Berdasarkan laporan korban di Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Palangka Raya, peristiwa itu terjadi pada Minggu (10/9/2017) sekitar pukul 21.30 WIB di kediamannya.

Korban bercerita kepada petugas sebelum kejadian malam itu, dirinya beserta anak-anaknya sedang istirahat di dalam rumah.

Entah mengapa tiba-tiba saja pintu bagian depan rumah ada seseorang tidak dikenal sedang marah-marah dan menggedor pintu depan rumah. Alhasil korban yang bingung langsung membuka pintu tersebut.

"Setelah dibukakan pintu pelaku yang diduga mabuk itu langsung masuk kedalam rumah dan mengancam korban apabila tidak menuruti kemauannya. Alhasil tindakan asusila tersebut dilakukan oleh pelaku," kata korban saat melapor ke SPKT.

Malam itu juga pelaku melampiaskan hasratnya itu sebanyak dua kali dengan cara memegang kedua tangan korban hingga pelaku tidak bisa berbuat banyak.

Usai melakukan tindakan asusila kepada korban, pelaku yang diduga dalam kondisi sempoyongan langsung meningalkan lokasi kejadian tanpa meninggalkan kata-kata apapun kepada korban.

Kasus ini juga terus didalami oleh aparat yang berwajib guna bisa menangkap pelakunya tersebut.



Pewarta :
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar