Bazar Kuliner Sampit Ajang Berburu Kue Tradisional

id Bazar Kuliner Sampit, Kue Tradisional, tradisi budaya Mandi Safar

Dua pembeli memakan kue tradisional yang mereka beli di Bazar Kuliner Sampit, Selasa (14/11/2017). (Foto Antara Kalteng/Norjani)

Sampit (Antara Kalteng) - Bazar Kuliner yang digelar memeriahkan tradisi budaya Mandi Safar di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, jadi ajang berburu kuliner tradisional bagi masyarakat setempat.

"Banyak ragam kue tradisional yang dijual di sini. Mumpung ada bazar dan harganya murah dan rasanya enak," kata Yuli, salah seorang pembeli di Sampit, Selasa.

Bazar kuliner digelar di Jalan Iskandar Sampit kawasan ikon kota Patung Jelawat. Ada 10 tenda yang disiapkan panitia dan setiap tenda diisi dua pedagang.

Berbagai kue tradisional dijual pedagang, seperti putu mayang, apam, wajik, bingka berbagai jenis, amparan tatak, buras, laksa, lapat, pais, kelelepon, serabi, dodol, lamang, pukis, kolak, risoles, cucur, cincin, roti pisang dan lainnya. Banyak dari jenis kue tradisional tersebut yang hanya sering dijual pada saat-saat tertentu seperti bulan suci Ramadhan.

Kehadiran bazar kuliner ini disambut antusias masyarakat. Warga beramai-ramai membeli berbagai kue tradisional yang harganya murah-meriah dan rasanya enak.

"Acaranya hari ini dan besok. Hari ini lumayan mulai banyak pembeli, tapi diperkirakan besok (Rabu) sangat banyak pembeli karena acara puncak Mandi Safar itu kan besok. Kue-kue tradisional ini sengaja kami siapkan untuk dijual di acara ini," kata Wenny, salah seorang pedagang kue tradisional.

Bazar kuliner yang digelar selama dua hari ini merupakan bagian rangkaian acara untuk memeriahkan event wisata Mandi Safar yang akan dilaksanakan pada Rabu (15/11) siang. Rangkaian acara lainnya yaitu lomba tari pesisir pada Senin (13/11) malam, lomba maulid al habsyi di lokasi yang sama pada Selasa (14/11) malam, serta lomba mewarnai untuk anak-anak dan lomba fashion casual muslim pada Rabu (15/11) pagi.

Acara puncak yaitu Mandi Safar digelar pada Rabu (15/11) siang. Seremonial pembukaan dilaksanakan di ikon Patung Jelawat, selanjutnya acara inti yakni Mandi Safar dilaksanakan di Dermaga Habaring Hurung yang letaknya cukup dekat dan berdampingan.

Mandi Safar merupakan tradisi budaya yang sudah ada sejak dulu. Tradisi ini yakni mandi bercebur di Sungai Mentaya sebagai simbol membersihkan diri sekaligus harapan agar diri bersih dan terhindar dari hal-hal negatif.

Tradisi Mandi Safar dilaksanakan pada Rabu terakhir di bulan Safar. Tradisi ini kini dikemas lebih menarik menjadi sajian pariwisata daerah.

"Tradisi budaya ini kini kami kemas menarik dan dijadikan event pariwisata untuk mendukung sektor pariwisata dan tekad menjadikan daerah ini sebagai tujuan wisata di Kalimantan Tengah. Kami mengajak masyarakat dan wisatawan luar daerah untuk datang menyaksikan acara ini," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kotawaringin Timur, Fajrurrahman.

Pewarta :
Editor: Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar