Logo Header Antaranews Kalteng

Debat publik pertama Pilkada Palangka Raya tanpa panelis, kenapa?

Minggu, 13 Mei 2018 06:51 WIB
Image Print
Komisioner KPU kota Palangka Raya bersama dengan empat Paslon Pilkada Palangka Raya usai debat publik putaran pertama, di Palangka Raya, Sabtu (12/5/18) malam. (Foto Antara Kalteng/Jaya WM)

Palangka Raya (Antaranews Kalteng) - Komisi Pemilihan Umum Kota Palangka Raya dalam debat publik putaran pertama, Sabtu (12/5) malam, sengaja mendesain tanpa panelis karena ingin memberi ruang kepada empat pasangan calon Kepala Daerah untuk berdebat dan saling mempertajam visi-misi yang diusung.

Ketiadaan panelis ini membuat waktu untuk saling tanya jawab maupun berdebat antar Paslon terkait visi misi maupun program menjadi lebih banyak, kata Ketua KPU kota Palangka Raya Eko Riyadi usai debat publik putaran pertama, di Palangka Raya.

"Desain ini juga merupakan hasil kesepakatan tim, sekaligus merefleksikan berbagai debat kandidat pemilihan Kepala Daerah yang telah dilaksanakan oleh kota-kota lain. Jadi, kita memang sengaja mencoba debat kali ini tanpa panelis," ucapnya.

Meskipun begitu, dia mengaku konsep ini tidak akan digunakan dalam debat publik putaran kedua yang dilaksanakan 5 Juni 2018. Sebab, debat publik putaran kedua akan melibatkan panelis dan sistem moderator yang sangat berbeda.

Eko menegaskan bahwa pihaknya dalam menentukan panelis di debat publik putaran kedua akan mencari orang yang benar-benar netral, memahami kondisi dan persoalan kota Palangka Raya serta ahli di bidang tertentu.

"Walau panelis yang nantinya dipilih berasal dari Kota Palangka Raya, atau lingkup Provinsi Kalimantan Tengah, tetap tidak beraliansi dengan partai politik maupun calon. Ini yang menjadi penekanan kita dalam menentukan Paslon," ucapnya.

Mengenai debat publik putaran pertama , Ketua KPU ini mengaku puas dengan kepatuhan empat Paslon terhadap tata tertib yang telah dibuat. Hanya, dia menyayangkan ada tim sukses Paslon pada saat debat berlangsung, ada yang melanggar tata tertib.

"Kita ingin debat publik putaran kedua berlangsung dengan tertib. Jadi, kita akan memberikan peringatan kepada Paslon agar menertibkan tim suksesnya untuk tidak mengulangi perbuatannya pada saat debat publik putaran kedua," kata Eko.

Empat Paslon Pilkada Kota Palangka Raya yang mengikuti debat publik putaran pertama sesuai nomor urut yakni Tuty Dau-Rahmadi HN, Rusliansyah-Rogas Usup, Fairid Naparin-Umi Mastikah, dan Aris M Narang-Habib Said Fauzy.

Dalam debat publik tersebut turut hadir Wali Kota Palangka Raya Riban Satia, Wakil Wali Kota Mofit Saptono Subagio, Ketua DPRD kota Sigit K Yunianto, Ketua DPRD Kalteng Renhard Atu Narang, mantan Gubernur Kalteng dua periode Agustin Teras Narang, serta pejabat lainnya.



Pewarta :
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026