Bulog jamin stok beras di Kotim cukup hingga 2020

id Bulog jaminstok beras di Kotim cukup hingga 2020,Azwar fuad,Sampit,Ketahanan pangan

Bupati H Supian Hadi melihat beras kemasan yang disalurkan Bulog melalui pasar penyeimbang di Sampit yang baru diresmikan, Senin (15/4/2019). (Foto Antara Kalteng/ Untung Setiawan)

Sampit (ANTARA) - Stok beras yang ada di gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divisi Regional Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah dipastikan cukup memenuhi kebutuhan masyarakat setempat hingga 2020 nanti.

"Saat ini stok beras yang kami miliki ada sebanyak 2.000 ton. Untuk itu kami imbau masyarakat tidak khawatir," kata Kepala Bulog Sub Divisi Regional Sampit, Joko melalui Kepala Seksi Komersial dan Pengembangan Bisnis, Muhammad Azwar Fuad, di Sampit, Senin.

Dikatakannya, 2.000 ton beras tersebut diperkirakan akan cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 9 bulan kedepan atau hingga 2020 nanti.

Bulog Sampit bersama pemerintah daerah akan terus memantau kondisi pasokan serta harga beras di pasaran, terutama menjelang Ramadhan dan hari raya Idul Fitri 2019. Hal itu untuk memastikan harga tetap terkendali.

"Stok yang kami miliki untuk mengantisipasi terjadi kekosongan atau keterlambatan pasokan di pasaran. Selain itu juga untuk mengendalikan harga," tambahnya.

Azwar juga berharap harga beras di pasaran terus stabil, sehingga tidak menimbulkan gejolak di masyarakat. Sementara itu masyarakat diminta membeli beras sewajarnya dan tidak melakukan aksi borong.

"Tentu kami sudah antisipasi hal tersebut, apalagi saat ini menjelang bulan suci Ramadhan. Bisa saja harga beras meningkat tajam atau justru malah kosong," ungkap Azwar.

Azwar juga menerangkan, beras yang dijual Bulog Sampit tidak hanya kualitas medium, tetapi juga premium. Persediaannya juga cukup banyak dan selalu terjaga.

Banyaknya jenis dan kualitas yang disediakan pihak Bulog Sampit merupakan sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dari semua kalangan. Masyarakat bisa membeli beras sesuai dengan keinginan dan kemampuan.

"Untuk beras premium harganya Rp11.000/kg, ada juga beras lokal seperti beras dari daerah Kabupaten Katingan, yakni Pagatan di jual Rp9.800/kg," jelasnya.

Azwar juga memastikan beras yang saat ini ada di gudang adalah beras yang dibeli dari hasil panen petani lokal. Tujuannya selain untuk stok, juga agar memberikan dampak ekonomi terhadap petani lokal.


Pewarta :
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar