Diduga diceraikan istri kedua, Zaenal pilih gantung diri di pohon Jingah

id kota palangka raya,bunuh diri,cerai membuat pria ini bunuh diri,Kapolsek Pahandut Kota Palangka Raya, AKP Edia Sutata,Zaenal pilih gantung diri di po

Diduga diceraikan istri kedua, Zaenal pilih gantung diri di pohon Jingah

Kapolsek Pahandut AKP Edia Sutata bersama anggotanya mengevakuasi korban gantung diri yang terjadi di Jalan Rindang Banua ujung menuju RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya, Kamis (21/8/19). (Foto Ist).

Palangka Raya (ANTARA) - Kapolsek Pahandut Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, AKP Edia Sutata menduga tewasnya seorang warga Jalan Rindang Banua Ujung bernama Zaenal Arifin, karena diceraikan istri kedua.

"Perceraian dengan istri kedua itu pun membuat Zaenal memilih bunuh diri dengan cara gantung diri di pohon jingah dekat rumahnya. Tapi ini baru dugaan ya, masih kami kembangkan lagi," kata Edia di Palangka Raya, Kamis. 

Informasi yang dihimpun aparat kepolisian, sebelum ditemukan tewas gantung diri dengan menggunakan seutas tali nyilon warna biru tersebut, korban sekitar pukul 04.00 WIB ke luar rumah tanpa ada pemberitahuan. 

Karena matahari sudah muncul sekitar pukul 06.00 WIB, korban juga tak kunjung pulang. Alhasil kaka korban berusaha mencari yang bersangkutan. Alangkah terkejutnya, ketika ia melihat di pohon jingah yang berada di belakang rumahnya itu jasad adiknya itu tewas dengan kondisi tergantung. 

"Melihat hal tersebut kaka korban melaporkan hal tersebut ke pihak pihak kami dan anggota langsung menuju ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP)," kata Edia.

Setelah petugas datang ke lokasi kejadian, anggota inafis Polres Palangka Raya pun langsung memberikan garis polisi di sekitar pohon jinggah untuk korban gantung diri.

Baca juga: Karyawan sawit di Bartim ditemukan gantung diri

Usai melakukan olah TKP, petugas langsung mengevakuasi yang bersangkutan ke RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya untuk dilakukan visum. Hal tersebut dilakukan guna memastikan kematiannya murni akibat gantung diri, atau ada unsur pidana. 

"Berdasarkan hasil visum dokter di tubuh korban tidak ada tanda-tanda kekerasan apapun dan ini murni akibat gantung diri tewasnya," tegas perwira polri berpangkat balok tiga itu.

Sedangkan itu berdasarkan informasi di lapangan, diketahui korban yang nekat mengakhiri hidupnya dengan cara seperti itu memang baru saja bercerai dengan istrinya. 

Bahkan yang bersangkutan juga pernah berusaha bunuh diri dengan cara beberapa kali mengiris pergelangan tangannya sendiri. Namun dapat digagalkan oleh sanak keluarganya yang tinggal satu rumah dengan korban.

Baca juga: Usai membunuh kakak, pelaku langsung gantung diri

Baca juga: Seorang napi dilaporkan meninggal bunuh diri

Pewarta :
Uploader : Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar