Ducati Superleggerra V4 diproduksi terbatas

id Ducati, ducati superleggerra v4, motor limited edition

Ducati Superleggerra V4 diproduksi terbatas

Tampilan Ducati Superleggera V4. (Carscooops/Ducati)

Jakarta (ANTARA) - Ducati Superleggera V4, superbike terbaru pabrikan otomotif asal Italia itu dikabarkan akan diproduksi secara terbatas sebanyak 500 unit saja di seluruh dunia, dilansir Carscoops, Minggu.

Superleggera V4 ditenagai V-Four Engine berkapasitas 998 cc yang menghasilkan 231 hp ketika dilengkapi dengan sistem pembuangan Akrapovic yang tersedia untuk penggunaan trek.

Ducati merancang Superleggera V4 untuk menjadi sepeda motor pertama di dunia yang seluruh struktur penahan bebannya dibuat dari serat karbon - termasuk rangka, subframe, roda, dan swingarmsatu sisi.

Hal lain yang membuat motor ini menonjol adalah sayap serat karbon aerodinamis yang tajam pada fairings yang menghasilkan 110 lbs (50 kg) downforce pada 168 mph (270 km / jam) untuk meningkatkan stabilitas di tikungan berkecepatan tinggi.

Baca juga: Perbandingan Aprilia Shiver 900 dengan Ducati dan MV Agusta Brutalle

Baca juga: Ducati hadirkan Monster 797 edisi khusus


Sayap serat karbon aerodinamis itu juga diklaim akan mengurangi kemungkinan terangkatnya roda depan dari tanah, serta meningkatkan stabilitas pengereman.

Secara keseluruhan, Ducati Superleggera V4 memiliki berat hanya 159 kg (350 lbs) dalam bentuk standar, dan 152,2 kg (335 lbs) dengan Racing Kit opsional, yang memberikan rasio power-to-weightterbaik di kategori streetmotor.

Selain itu, superbike ini mencakup sistem suspensi Ohlins yang ringan dan dilengkapi shock absorber titanium, serta katup turunan GP yang meningkatkan redaman selama tahap kompresi awal.

Ada juga fitur rem Brembo dan tutup radiator khusus yang dibuat dari aluminium solid dan kunci kontak baru yang menunjukkan nomor sasis (chassis number) dari masing-masing motor.

500 unit Ducati Superleggera V4 ini dijadwalkan akan didistribusikan mulai Juni 2020.

Pewarta :
Uploader : Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar