Logo Header Antaranews Kalteng

Pimpin MDAHK Kotim, perempuan ini perjuangkan aspirasi umat Hindu Kaharingan

Selasa, 24 November 2020 18:31 WIB
Image Print
Ketua MDAHK Kotawaringin Timur, Rena (batik dan lawung merah) berfoto bersama, Selasa (24/11/2020). ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi

Sampit (ANTARA) - Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan (MDAHK) Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah kini dipimpin seorang perempuan bernama Rena yang terpilih melalui Musyawarah Daerah VI yang digelar Minggu (22/11) lalu.

“Bukan berarti selama ini kami tidak diperhatikan, tapi saya berharap ke depan agar Hindu Kaharingan di Kotim bisa lebih diperhatikan, paling tidak setara dengan organisasi keagamaan lainnya," kata Rena di Sampit, Selasa.

Terpilihnya Rena menjadi Ketua MDAHK menjadi sesuatu yang baru karena kepercayaan itu diberikan kepada seorang perempuan. Sebelumnya MDAHK Kotawaringin Timur dipimpin oleh almarhum Dewin Marang, kemudian dilanjutkan Pungkal dan kini digantikan Rena.

Sosok Rena sudah dikenal melalui kiprahnya selama ini. Rena merupakan Kepala Desa Kenyala Kecamatan Kota Besi periode 2013-2019 lalu.

Perempuan dengan empat saudara laki-laki ini merupakan anak dari Ranan Baut, seorang Damang di Kota Sampit yang memimpin periode 1973 sampai tahun 2001 silam.

Rena dipercaya memimpin MDAHK dan diharapkan membawa perubahan-perubahan untuk kemajuan MDAHK itu sendiri. Dia berjanji akan totalitas dalam membenahi MDAHK Kotawaringin Timur.

Saat ini jumlah penganut agama Hindu Kaharingan di Kabupaten Kotawaringin Timur sekitar 27 ribu jiwa yang tersebar di 168 desa di 17 kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Menurutnya, memang perlu campur tangan pemerintah daerah pembinaan umat Hindu Kaharingan, di antaranya dengan memperhatikan fasilitas dan pembangunan di lingkungan Kaharingan Center di Jalan Jenderal Sudirman km 2,5 Sampit.

Rena menyebutkan, kebutuhan mereka yang paling mendasar selama ini yakni mobil operasional. Ini untuk memudahkan pembinaan umat melalui kegiatan kunjungan kepada warga Kaharingan.

Selain itu, mereka juga memerlukan fasilitas lain seperti mobil ambulans sebagai inventarisasi untuk melayani warga Kaharingan yang memerlukan.

Baca juga: Debat perdana Pilkada Kotim tanpa perdebatan

“Kami akan memperjuangkan ini, baik di tingkat pemerintah kabupaten, provinsi hingga pemerintah pusat. Kami berharap lebih diperhatikan oleh pemerintah,” kata Rena.

Sementara itu, tokoh Hindu Kaharingan lainnya yaitu Yudi Efendi dan Agus Sanang, juga menyampaikan harapan serupa. Agus Sanang meminta pemerintah membantu pembangunan Kaharingan Center.

Saat ini ada sekitar empat hektare lahan yang tersedia, namun mereka baru mampu membangun separuhnya. Pemagaran dan pembangunan terkendala tidak adanya dana.

“Kami berencana membangun aula untuk kegiatan di Kaharingan Center. Kami berharap dukungan pemerintah daerah dan donatur. Mudah-mudahan ini bisa terwujud,” demikian Agus Sanang.

Baca juga: Debat publik Pilkada Kotim salurkan aspirasi masyarakat

Baca juga: MTQ Kotim tetap utamakan kualitas meski di tengah pandemi COVID-19



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026