IHSG menguat saat belum tercapainya kesepakatan pagu utang AS

id ihsg,bei,menguat,pagu utang as,bursa

IHSG menguat  saat belum tercapainya kesepakatan pagu utang AS

Pekerja membersihkan lantai di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (26/4/2023). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.

Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa, dibuka menguat di tengah belum tercapainya kesepakatan terkait pagu utang Amerika Serikat (AS) pada Senin (22/5) dini hari.


IHSG dibuka menguat 2,13 poin atau 0,03 persen ke posisi 6.731,78. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 0,70 poin atau 0,07 persen ke posisi 946,13.

"IHSG hari ini diprediksi bergerak mixed (variatif) dalam range 6.662 hingga 6.777," ujar Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih di Jakarta, Selasa.

Presiden AS Joe Biden dan Ketua DPR AS Kevin McCarthy dalam pertemuan Senin (22/05) dini hari waktu Indonesia, tidak mencapai kesepakatan tentang cara menaikkan pagu utang pemerintah AS sebesar 31,4 triliun dolar AS.

Kedua pihak hanya memiliki waktu 10 hari tersisa hingga 1 Juni 2023, untuk mencapai kesepakatan tentang kenaikan batas pinjaman pemerintah. Apabila tidak, AS terancam gagal bayar utang yang diprediksi bakal memicu resesi.

Dalam sambutannya kepada wartawan sebelum melakukan pertemuan, kedua pemimpin tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa kesepakatan akan segera terjadi.

Sementara itu, dari dalam negeri, alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pembangunan infrastruktur hingga akhir April 2023 telah digelontorkan sebesar Rp59,7 triliun. Sementara, anggaran infrastruktur melalui Kementerian Perhubungan terealisasi sebesar Rp8,2 triliun.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dapat mencapai kisaran 60 persen hingga akhir tahun 2023, yang mana hingga Mei 2023, pembangunan IKN telah mencapai 29 persen.

Dari mancanegara, People’s Bank of China (PBOC) kembali mempertahankan suku bunga acuan Loan Prime Rate (LPR) bertenor satu tahun di level 3,65 persen dan suku bunga LPR dengan tenor lima tahun di level 4,30 persen.

Hal tersebut sesuai dengan konsensus pasar dan suku bunga LPR pada level tersebut telah bertahan selama sembilan bulan beruntun setelah pemangkasan suku bunga LPR pada Agustus 2022.

Bursa saham regional Asia pada Selasa pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 251,39 poin atau 0,69 persen ke 31.302,19, indeks Hang Seng menguat 10,31 poin atau 0,05 persen ke 19.688,48, indeks Shanghai melemah 10,24 poin atau 0,31 persen ke 3.286,23, dan indeks Straits Times menguat 19,55 poin atau 0,61 persen ke 3.230,64.