Pemkab Mura minta tongkang batu bara tingkatkan fasilitas keselamatan

id Kabupaten Murung Raya, Mura, Kalimantan Tengah, Wakil Bupati Murung Raya, Rahmanto Muhidin, Kalteng

Pemkab Mura minta tongkang batu bara tingkatkan fasilitas keselamatan

Wakil Bupati Murung Raya, Rahmanto Muhidin saat menyampaikan sambutan pada acara Forum Koordinasi pemerintah daerah dengan Investor yang dilaksanakan di Jakarta, Rabu (9/7/2025).ANTARA/Supriadi.

Puruk Cahu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Murung Raya (Mura), Kalimantan Tengah mengingatkan sekaligus meminta kepada seluruh perusahaan tambang batu bara di wilayah setempat, agar lebih meningkatkan fasilitas keselamatan.

Permintaan itu disampaikan Wakil Bupati Murung Raya, Rahmanto Muhidin saat menjadi moderator pada acara Forum Koordinasi pemerintah daerah dengan Investor yang dilaksanakan di Jakarta, Rabu.

"Kejadian kapal motor tertabrak tongkang di Sungai Barito wilayah Desa Luwe Hulu, Kabupaten Barito Utara pada tanggal 8 Juli 2025, harus jadi pelajaran bagi daerah kita," ucapnya.

Berdasarkan pengamatan dirinya terhadap video-video yang beredar media sosial, insiden kapal motor tertabrak tongkang di Barut itu, dikarenakan tidak adanya fasilitas keselamatan berupa perahu motor pendamping tongkang, sehingga lambatnya upaya untuk menyelamatkan para penumpang.

Untuk itu, menurut Rahmanto, Pemkab Murung Raya perlu mengingatkan hal ini dikarenakan mayoritas penumpang yang mengalami kejadian tersebut menuju wilayah Murung Raya, serta kapal tongkangnya milik perusahaan yang wilayah konsesinya berada di Murung Raya, yaitu PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT).

Dia juga mengingatkan kepada perusahaan, agar saat mengangkut batu bara di sungai, bisa di samping perahu motor sehingga pada saat terjadi insiden, kamar motor pendamping itu yang terlebih dahulu melakukan penyelamatan.

"Insiden kapal motor tertabrak tongkang batu bara kemarin itu karena tidak adanya perahu lain yang cepat menyelamatkan kapal motor yang mogok di depan tongkang sehingga masuk ke depan tongkang dan langsung tenggelam," ujarnya.

Wabup Mura itu menyebut, insiden tersebut harus menjadi perhatian bukan hanya bagi PT AKT, akan tetapi semua perusahaan lain yang ada di Kabupaten Murung Raya yang menggunakan Sungai Barito sebagai jalur distribusi batu bara.

Baca juga: DPRD Mura ikuti Bimtek penyusunan RPJMD dan pembentukan perusda

"Kami juga merasa prihatin atas kejadian kemarin sehingga kami segera memerintahkan agar tim dari BPBD Murung Raya untuk terjun ke lokasi kejadian untuk membantu evakuasi maupun hal yang dianggap perlu," tandas Rahmanto.

Dihubungi terpisah, Kepala pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Murung Raya, Fitrianul Fahriman mengatakan berdasarkan informasi yang pihaknya peroleh terdapat 40 orang yang berada di dalam kapal motor yang mengalami insiden, dengan rincian 28 orang yang tercatat masuk manifes, 10 orang diluar manifes, 1 orang supir dan 1 orang kernet.

Perihal tiga orang yang saat ini masih dinyatakan hilang, Fitrianul memastikan mereka bukan warga Kabupaten Murung Raya, akan tetapi warga luar daerah yang menuju Desa Makunjung Kecamatan Barito Tuhup Raya untuk bekerja.

"Kami BPBD Murung Raya juga siap bila dibutuhkan bantuan oleh BPBD Barito Utara untuk mencari penumpang yang saat ini masih dinyatakan hilang," demikian Fitrianul.

Baca juga: Pacu perekonomian daerah, Pemkab Murung Raya tingkatkan sinergi bersama investor

Baca juga: TP PKK Murung Raya: Rakernas momentum penting perkuat kolaborasi antar daerah

Baca juga: Masjid Agung Al Istiqlal diharap menjadi pusat pembinaan umat


Pewarta :
Uploader : Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.