Logo Header Antaranews Kalteng

Disdik Kotim dukung pemanfaatan MPLS untuk edukasi bahaya narkoba

Selasa, 15 Juli 2025 17:50 WIB
Image Print
Kepala Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur Muhammad Irfansyah. ANTARA/Devita Maulina

Sampit (ANTARA) - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah mendukung pemanfaatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk mengedukasi pelajar terkait bahaya narkoba seperti yang dilakukan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kotim.

“Sosialisasi terkait bahaya narkoba kewenangan sekolah saja, karena kami tidak ada mewajibkan itu. Tetapi kami menilainya sebagai sesuatu yang bagus dan mendukung itu, terlebih edukasi terkait narkoba ini memang perlu dilakukan sejak dini,” kata Kepala Disdik Kotim Muhammad Irfansyah di Sampit, Selasa.

Ia menjelaskan, edukasi terkait bahaya narkoba ini memang perlu diberikan sejak dini, dengan harapan pelajar memiliki pemahaman yang kuat terhadap persoalan narkoba sehingga membentuk imunitas untuk menangkal ancaman narkoba.

Disdik Kotim pun mendukung kegiatan ini, sebab menurutnya edukasi kepada murid tidak harus hanya seputar mata pelajaran, tetapi juga wawasan lainnya yang dapat menjadi bekal sebelum terjun ke masyarakat.

Bukan hanya edukasi terkait bahaya narkoba, sejumlah sekolah juga telah mengundang Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) untuk memberikan sosialisasi terkait Pencegahan dan Penanganan Kekerasan pada Satuan Pendidikan (PPKSP) dan sosialisasi Gerakan Sekolah Sehat (GSS).

“Jadi dalam sosialisasi ini para murid diberikan pemahaman tentang apa itu bullying (perundungan), tindakan kekerasan itu bagaimana, cara pencegahannya dan mendeteksinya,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam pelaksanaan MPLS ini tidak hanya terikat pada guru dan sekolah, tetapi boleh melibatkan pihak lain, seperti BNK terkait bahaya narkoba, Satlantas terkait tata tertib berlalu lintas, Puskesmas terkait kesehatan dan banyak lagi.

“Bisa juga menggandeng kepolisian atau danramil, tergantung sekolah menyesuaikan dengan materi yang ingin disampaikan kepada para murid. Disdik Kotim pada dasarnya mendukung selama kegiatan itu membawa manfaat bagi para murid,” demikian Irfansyah.

Baca juga: Fraksi PAN Kotim apresiasi kenaikan insentif pegawai Disdamkarmat

Sebelumnya, Ketua BNK Kotim Irawati menyebut MPLS merupakan momentum yang tepat untuk mengedukasi murid terkait jenis-jenis narkoba dan bahayanya bagi kesehatan maupun kehidupan sosial.

Kegiatan yang dilaksanakan BNK Kotim ini pun sejalan dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang memasukkan materi bahaya narkoba dan judi online pada pelaksanaan MPLS.

Setidaknya sudah empat sekolah yang pihaknya sambangi untuk pelaksanaan kegiatan edukasi dan sosialisasi terkait bahaya narkoba, yakni SMKN 1 Kota Besi, SMKN 4 Sampit SMKN 1 Cempaga dan SMKN 1 Mentaya Hilir Selatan.

“Terutama untuk SLTA karena anak-anak pada usia itu sedang dalam masa transisi, masih sangat labil dan cenderung ingin coba-coba. Maka dari itu, perlu kita edukasi dan motivasi agar mereka terhindar dari hal-hal yang tidak baik,” ujarnya.

Irawati pun menerangkan berbagai jenis narkoba, termasuk beberapa jenis obat-obatan yang dapat menimbulkan kecanduan apabila salah dalam penggunaannya dan masih ditemukan beredar di masyarakat, seperti Carnophen atau yang lebih dikenal zenith.

Selain itu, ia juga membeberkan beberapa modus peredaran narkoba yang melibatkan pelajar dan mengimbau bagi para pelajar agar lebih berhati-hati, terlebih pada teman yang baru dikenal agar jangan mudah disuruh-suruh.

“Jangan mudah diperindah apalagi oleh teman baru, jangan sampai ikut dalam kegiatan yang tidak baik. Saya juga mengimbau mereka agar memperbanyak kegiatan positif, seperti olahraga atau ekstrakurikuler lainnya agar terhindari dari kegiatan yang negatif,” demikian Irawati.

Baca juga: Bupati Kotim siapkan penataan usaha ritel modern

Baca juga: Abdul Rasid dipercaya pimpin Pemuda Tani Kotim

Baca juga: Disdik Kotim pastikan MPLS tak ada atribut aneh dan perpeloncoan



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026