Palangka Raya (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) siap memanfaatkan teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) untuk membantu mendeteksi kesehatan pasien.
"Saat ini kami mulai memperkenalkan memperkenalkan inovasi terbaru yang akan segera diterapkan, yakni alat berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence bernama Airdoc," kata Direktur RSUD Kota Palangka Raya, Abram Sidi Winasis di Palangka Raya, Rabu.
Dia menerangkan, melalui teknologi berbasis kecerdasan buatan tersebut, tim RSUD Kota Palangka Raya memungkinkan deteksi berbagai penyakit hanya melalui analisa terhadap mata pasien.
“Untuk tahun ini kami memperkenalkan alat baru bernama Airdoc. Alat ini berbasis AI yang mampu mendeteksi banyak penyakit cukup dengan menganalisis mata pasien. Alat ini rencananya akan mulai kami gunakan di RSUD sekitar bulan Oktober mendatang,” jelasnya.
Dia menerangkan, partisipasi RSUD dalam Palangka Raya Fair menjadi bukti komitmen dalam meningkatkan mutu layanan melalui sentuhan teknologi.
Dengan terus mendorong inovasi, RSUD Palangka Raya berharap dapat memberikan pelayanan yang lebih modern, cepat, dan akurat, sekaligus menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.
Baca juga: Satu Rumah Satu Sarjana antarkan Aswan mengenyam pendidikan tinggi
Dia menerangkan, selain memperkenalkan teknologi baru, RSUD juga membuka kesempatan kepada pengunjung untuk mencoba langsung alat tersebut sebagai bentuk pendekatan pelayanan dan transparansi terhadap masyarakat pada stan di ajang Palangka Raya Fair 2025 yang berlangsung 16-19 Juli.
Pernyataan itu diungkapkan Abram saat dikonfirmasi terkait peran dan layanan yang diberikan RSUD Kota Palangka Raya pada ajang tersebut.
“Kami terus berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan yang lebih baik, menyeluruh, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” kata Abram.
Selain itu, RSUD Kota Palangka Raya pada acara yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-60 Pemerintah Kota Palangka Raya dan Hari Jadi ke-68 Kota Palangka Raya ini juga dimanfaatkan sebagai sarana promosi layanan rumah sakit, tetapi juga media edukasi kesehatan bagi pengunjung.
“Ini sudah kesekian kalinya kami ikut, dan melalui kegiatan ini kami ingin lebih memperkenalkan keberadaan serta perkembangan RSUD kepada masyarakat,” ujar Abram.
Baca juga: Wali Kota sebut Palangka Fair 2025 ajang pengembangan UMKM
Baca juga: Disdik Kota Palangka Raya dukung Palangka Fair 2025
Baca juga: PLN untuk rakyat hadir di Penda Barania dukung pendidikan daerah 3T
