Palangka Raya (ANTARA) - Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) melaksanakan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertajuk “Sosialisasi Integrasi Nilai Falsafah Talawang dalam Penguatan Manajemen dan Media Pembelajaran Inklusif untuk calon guru SD.”
Melalui pernyataan yang diterima di Palangka Raya, Senin diterangkan, kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 28 November 2025, bertempat di Ruang Microteaching FKIP UMPR, dan dihadiri oleh sekitar 30 mahasiswa PGSD yang sedang menempuh mata kuliah pembelajaran inklusif dan media pembelajaran.
"Kita penting mengintegrasikan nilai-nilai budaya Dayak, khususnya falsafah Talawang, ke dalam praktik pendidikan di sekolah dasar inklusi," kata pemateri Suniati MPd di Palangka Raya.
Dia menambahkan, falsafah Talawang yang mencerminkan nilai-nilai perlindungan, keberanian, kehormatan, dan tanggung jawab dinilai sangat relevan dengan penguatan karakter siswa pada Kurikulum Merdeka.
“Calon guru SD perlu tidak hanya memahami pedagogi, tetapi juga memiliki kemampuan mengintegrasikan kearifan lokal sebagai bagian dari identitas peserta didik,” ujar Suniati.

Selain memberikan pemahaman tentang filosofi budaya lokal, kegiatan ini juga menekankan praktik manajemen kelas inklusif serta strategi adaptasi pembelajaran bagi siswa berkebutuhan khusus (ABK). Peserta diajak memahami bagaimana guru dapat merancang lingkungan belajar yang ramah, responsif, dan menghargai keberagaman siswa.
Mahasiswa yang hadir juga mendapatkan contoh awal desain media pembelajaran inklusif berbasis ornamen Talawang, yang nantinya akan dikembangkan lebih lanjut dalam program PKM tahap berikutnya berupa workshop dan pelatihan pembuatan media pembelajaran.
Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung. Banyak mahasiswa menyampaikan bahwa kegiatan ini menambah wawasan baru tentang pengintegrasian budaya lokal dalam pembelajaran inklusif.
“Saya baru sadar kalau nilai Talawang bisa masuk ke desain media pembelajaran. Ini sangat menarik dan relevan untuk kami sebagai calon guru,” ungkap salah satu peserta.
Kegiatan ini menjadi langkah awal dari rangkaian PKM bertahap yang disusun oleh tim, di mana tahap selanjutnya akan berfokus pada pelatihan teknis pengembangan media pembelajaran inklusif berbasis nilai falsafah Talawang.
*Dengan terselenggaranya kegiatan ini, FKIP UMPR berharap mahasiswa PGSD semakin siap menghadapi dunia profesi sebagai guru SD yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap budaya lokal dan keberagaman peserta didik," katanya.
