Logo Header Antaranews Kalteng

DKUKMPP Kotim sidak SPBU untuk jamin keamanan BBM jelang arus mudik

Jumat, 13 Maret 2026 07:09 WIB
Image Print
Tim Meteorologi DKUKMPP Kotim mengecek keakuratan takaran BBM di SPBU di Kota Sampit, Kamis (12/3/2026). ANTARA/Devita Maulina

Sampit (ANTARA) - Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SPBU untuk menjamin kepastian takaran BBM bagi masyarakat guna mendukung kelancaran mobilitas menjelang arus mudik Lebaran.

"Selain pengawasan pangan, kami juga melakukan pengawasan terhadap SPBU. Ini dilakukan oleh Tim Kemetrologian dari dinas kami, untuk memastikan takaran BBM bagi pengguna jalan atau konsumen, baik itu Pertamax, Pertalite, maupun Dexlite sudah sesuai,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DKUKMPP Kotim Muslih di Sampit, Kamis.

Hal ini ia sampaikan usai memantau pengecekan oleh Tim Meteorologi di SPBU Kilometer 5 Jalan Tjilik Riwut Sampit. Turut memantau kegiatan tersebut ada Wakil Bupati Kotim Irawati.

Muslih menjelaskan, bahwa pengawasan ini difokuskan pada SPBU di area perkotaan maupun jalur lintas kabupaten dan provinsi. Tim pengawas kemetrologian diterjunkan untuk memastikan hak konsumen tetap terjaga di tengah meningkatnya kebutuhan bahan bakar.

Sebanyak delapan titik SPBU menjadi target utama pengawasan intensif ini. Lokasi-lokasi tersebut dipilih karena berada di jalur strategis yang akan dilalui oleh para pemudik, sebab volume kendaraan diprediksi akan mengalami lonjakan signifikan dibandingkan hari biasa.

“Fokus utama kami adalah memeriksa mesin pompa ukur BBM untuk menghindari adanya praktik kecurangan. Jangan sampai konsumen dirugikan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa perlindungan konsumen menjadi prioritas utama, terutama saat momentum krusial seperti Ramadhan dan Idul Fitri.

Baca juga: Soal pemukulan camat, Wabup Kotim tekankan kesabaran dan penindakan sesuai hukum

Dalam sidak tersebut, tim ahli meteorologi melakukan pengecekan fisik dan pengujian volume pada alat ukur di SPBU. Hasil pantauan menunjukkan bahwa kondisi teknis di lapangan masih dalam kategori aman dan memenuhi standar yang ditetapkan secara nasional.

“Hasil pengecekan di SPBU Samekto bagus. Memang ada selisih sedikit, tapi masih di dalam ambang batas toleransi yang wajar. Kami juga mengecek segel mesin dan semuanya masih utuh artinya tidak pernah dibuka,” ungkap Muslih.

Ia menambahkan, keberadaan segel resmi ini menjadi indikator vital dalam pengawasan. Jika segel ditemukan dalam keadaan rusak atau terbuka secara ilegal, hal tersebut menjadi indikasi kuat adanya manipulasi mesin yang masuk dalam kategori pelanggaran hukum serius.

Hingga saat ini, pihak dinas melaporkan belum ditemukan adanya unsur kesengajaan dalam pengurangan takaran di SPBU yang telah dikunjungi. Namun, DKUKMPP memastikan akan terus memantau titik-titik lain secara berkala hingga puncak arus mudik berakhir.

Langkah preventif ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi para pemudik yang akan menempuh perjalanan jauh.

Dengan takaran yang akurat, masyarakat dapat berkendara dengan tenang tanpa khawatir akan kerugian material akibat oknum yang memanfaatkan situasi mudik.

Pemerintah daerah tidak akan segan menindak tegas, jika ditemukan SPBU yang nakal. Muslih mengingatkan para pengelola SPBU untuk selalu menjaga integritas layanan dan rutin melakukan tera ulang demi menjaga akurasi alat ukur mereka.

“Apabila tidak sesuai takaran, kami akan upayakan SPBU tersebut segera melakukan tera kembali. Jika ada yang terbukti melanggar tentu akan ada sanksi, mulai dari teguran bahkan hingga penutupan SPBU karena pelanggaran serupa pernah terjadi sebelumnya,” demikian Muslih.

Baca juga: Wabup Kotim ajak masyarakat teliti saat membeli bahan pangan

Baca juga: Wabup Kotim tegaskan data penerima KHBS langsung dari Kemensos

Baca juga: Kecam pemukulan terhadap camat, Legislator Kotim minta polisi mengusut tuntas



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026