Sampit (Antara Kalteng) - Penerima bantuan Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) periode Januari-Maret 2015 di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, sebanyak 23.473 rumah tangga sasaran.

"Penyaluran terjadwal di dalam kota akan dilayani selama empat hari, namun di luar jadwal itu masih akan tetap kami layani. Pengaturan jadwal itu untuk memudahkan supaya tidak terjadi antrean panjang," kata Ketua Penyaluran PSKS Kantor Pos Sampit Febrianor di Sampit, Kamis.

Penyaluran bantuan PSKS periode ini dilaksanakan pada 15 April hingga 15 Mei. Hari pertama penyaluran, Rabu (15/4), dijadwalkan sebanyak 1.493 RTS yang mencairkan dana bantuan dengan nilai Rp 200 ribu per bulan tersebut.

Kantor Pos Sampit langsung diserbu warga yang ingin mencairkan bantuan kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak itu. Berdasarkan jadwal, sebanyak enam kelurahan mendapat giliran pertama, yakni Kelurahan Baamang Tengah, Baamang Hilir, Mentawa Baru Hilir, MB Hulu, Bengkuang Makmur, dan Eka Bahurui.

Sesuai nama programnya, bantuan tersebut berupa simpanan giro yang bisa diambil jika dibutuhkan. Namun fakta di lapangan, sebagian besar penerima memilih mengambil semua dana itu.

"Karena memang membutuhkan uang ini, jadi saya ambil semua. Alhamdulillah, terima kasih pemerintah sudah memperhatikan masyarakat tidak mampu," kata Bayah, salah seorang penerima bantuan PSKS.

Sayangnya, pencairan bantuan ini selalu saja disuguhi fenomena yang kurang lazim. Pasalnya tidak sedikit penerima bantuan yang diduga merupakan warga ekonomi mampu, namun tetap mengambil bantuan. Setidaknya itu terlihat dari perhiasan dan telepon selular yang dibawanya saat mengambil bantuan tersebut.

Masih adanya bantuan yang tidak tepat sasaran ini terus menjadi sorotan masyarakat. Apalagi mengingat diperkirakan masih banyak warga tidak mampu yang hingga kini justru belum masuk sebagai penerima bantuan PSKS tersebut.


(T.KR-NJI/B/S019/S019)