Angkasa Pura II bantu kaum difabel melalui program kaki palsu
Minggu, 4 Agustus 2019 19:17 WIB
Tahapan pengukuran kaki kaum difabel yang bakal menerima bantuan kaki palsu di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Minggu, (4/8/2019). (Foto Antara Kalteng/Muhammad Arif Hidayat)
Palangka Raya (ANTARA) - PT Angkasa Pura II Cabang Palangka Raya Bandara Tjilik Riwut, Kalimantan Tengah membantu kaum difabel yang berasal dari berbagai daerah, dengan memberikan bantuan berupa kaki palsu.
Sesuai dengan program Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI, PT Angkasa Pura II memiliki kewajiban memberikan bantuan kepada masyarakat yang memiliki keterbatasan, kata Eksekutif General Manager (EGM) PT Angkasa Pura II Cabang Palangka Raya Bandara Tjilik Riwut Siswanto di Palangka Raya, Minggu.
"Dengan bantuan itu, yakni BUMN hadir untuk negeri, kami berharap mereka bisa beraktivitas lebih dari sebelumnya dan menunjang kegiatan sehari-hari agar bisa dilakukan lebih baik lagi," tuturnya di sela kegiatan.
Lebih lanjut Siswanto menjelaskan, pihaknya juga memiliki banyak program sosial lainnya, seperti operasi katarak gratis, pemeriksaan dan pemberian kacamata, beasiswa kepada pelajar, pemberian fasilitas rumah kurang layak, hingga penyambungan listrik di rumah warga yang telah disurvei dan dinyatakan memenuhi persyaratan.
Sementara itu, Mitra Pelaksana Kegiatan Rizky mengatakan, pada pemberian kaki palsu tersebut, ada sebanyak 26 orang kaum difabel yang telah terdaftar dan masih menunggu sebanyak enam orang lagi untuk datang ke Palangka Raya.
"Saat ini sudah ada sebanyak 26 orang yang telah mengikuti kegiatan pengukuran kaki dan masih menunggu 6 orang lainnya yang berasal dari beberapa daerah untuk berpartisipasi," ungkapnya kepada Antara Kalteng.
Untuk tahap pengukuran kaki itu, hanya memerlukan waktu antara lima hingga sepuluh menit saja, namun yang memakan waktu cukup lama adalah tahapan pembuatannya. Ia memperkirakan kaki palsu itu bisa selesai sekitar dua minggu kedepan, sehingga bisa diserahkan pada 17 Agustus 2019 mendatang.
Selain peserta yang berasal dari berbagai daerah di Kalteng, juga ada yang berasal dari Banjarmasin, Kalsel. Hal ini diperbolehkan, karena pihaknya menerima siapa pun yang memang layak dibantu dan benar-benar memerlukan kaki palsu.
"Dalam pendataan maupun penjaringan peserta pada dasarnya cukup lancar, hanya saja terkendala pada lemahnya signal untuk menghubungi para peserta. Sebab mereka kebanyakan berasal dari pelosok perdesaan," tutur Rizky.
Pihaknya pun ingin kedepan, agar pengukuran untuk kebutuhan pembuatan kaki palsu itu, bisa dilakukan di setiap daerah. Sehingga para kaum difabel yang bakal menerima bantuan, tidak mengalami sejumlah kesulitan dengan harus pergi ke Palangka Raya.
Sesuai dengan program Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI, PT Angkasa Pura II memiliki kewajiban memberikan bantuan kepada masyarakat yang memiliki keterbatasan, kata Eksekutif General Manager (EGM) PT Angkasa Pura II Cabang Palangka Raya Bandara Tjilik Riwut Siswanto di Palangka Raya, Minggu.
"Dengan bantuan itu, yakni BUMN hadir untuk negeri, kami berharap mereka bisa beraktivitas lebih dari sebelumnya dan menunjang kegiatan sehari-hari agar bisa dilakukan lebih baik lagi," tuturnya di sela kegiatan.
Lebih lanjut Siswanto menjelaskan, pihaknya juga memiliki banyak program sosial lainnya, seperti operasi katarak gratis, pemeriksaan dan pemberian kacamata, beasiswa kepada pelajar, pemberian fasilitas rumah kurang layak, hingga penyambungan listrik di rumah warga yang telah disurvei dan dinyatakan memenuhi persyaratan.
Sementara itu, Mitra Pelaksana Kegiatan Rizky mengatakan, pada pemberian kaki palsu tersebut, ada sebanyak 26 orang kaum difabel yang telah terdaftar dan masih menunggu sebanyak enam orang lagi untuk datang ke Palangka Raya.
"Saat ini sudah ada sebanyak 26 orang yang telah mengikuti kegiatan pengukuran kaki dan masih menunggu 6 orang lainnya yang berasal dari beberapa daerah untuk berpartisipasi," ungkapnya kepada Antara Kalteng.
Untuk tahap pengukuran kaki itu, hanya memerlukan waktu antara lima hingga sepuluh menit saja, namun yang memakan waktu cukup lama adalah tahapan pembuatannya. Ia memperkirakan kaki palsu itu bisa selesai sekitar dua minggu kedepan, sehingga bisa diserahkan pada 17 Agustus 2019 mendatang.
Selain peserta yang berasal dari berbagai daerah di Kalteng, juga ada yang berasal dari Banjarmasin, Kalsel. Hal ini diperbolehkan, karena pihaknya menerima siapa pun yang memang layak dibantu dan benar-benar memerlukan kaki palsu.
"Dalam pendataan maupun penjaringan peserta pada dasarnya cukup lancar, hanya saja terkendala pada lemahnya signal untuk menghubungi para peserta. Sebab mereka kebanyakan berasal dari pelosok perdesaan," tutur Rizky.
Pihaknya pun ingin kedepan, agar pengukuran untuk kebutuhan pembuatan kaki palsu itu, bisa dilakukan di setiap daerah. Sehingga para kaum difabel yang bakal menerima bantuan, tidak mengalami sejumlah kesulitan dengan harus pergi ke Palangka Raya.
Pewarta : Muhammad Arif Hidayat
Editor : Admin 4
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Huawei Pura 80 masuk pasar Indonesia, bawa jaminan perlindungan satu tahun
22 September 2025 13:29 WIB
Bandara Tjilik Riwut gelar 'Injourney Airport Lawan Stunting' di Posyandu Bunga Bakung
27 June 2025 5:33 WIB
Pergerakan penumpang di Bandara Tjilik Riwut capai 3.300 orang per hari
23 December 2024 14:44 WIB, 2024
Bandara Tjilik Riwut aktifkan posko terpadu dukung kelancaran periode Nataru
18 December 2024 11:03 WIB, 2024
Rute baru penerbangan Palangka Raya-Yogyakarta diyakini beri 'multiplier effect'
22 November 2024 20:50 WIB, 2024
Rute baru Wings Air di Bandara Tjilik Riwut permudah mobilitas masyarakat antarkota
18 August 2024 18:41 WIB, 2024
Bandara Tjilik Riwut berikan bantuan kaki palsu, harapan baru bagi warga penerima
08 August 2024 19:11 WIB, 2024
Pergerakan penumpang periode Lebaran 2024 di Bandara Tjilik Riwut mengalami peningkatan
19 April 2024 6:17 WIB, 2024
Terpopuler - Prov. Kalimantan Tengah
Lihat Juga
Bandara Tjilik Riwut: Bulan K3 momentum menjaga keberlanjutan budaya kerja aman
12 February 2026 16:07 WIB
Kanwil Ditjenpas Kalteng bentuk tiga Bapas dan lima Pos Bapas dukung KUHP baru
12 February 2026 12:35 WIB