Potensi Kalteng layak dikembangkan melalui kebijakan ekonomi biru
Rabu, 22 Mei 2024 14:20 WIB
Anggota DPD RI Agustin Teras Narang (kiri) saat menjadi narasumber di seminar nasional yang digelar di Palangka Raya, Rabu (22/5/2024). ANTARA/HO-Tim Teras Narang.
Palangka Raya (ANTARA) - Anggota DPD RI Agustin Teras Narang menilai potensi sumber daya alam sektor kelautan dan perikanan yang dimiliki oleh Provinsi Kalimantan Tengah, sangat rasional serta layak dikembangkan melalui pendekatan kebijakan ekonomi biru.
Wilayah Kalteng yang luasnya mencapai 153.564 km² didominasi hutan hingga 80 persen dengan hutan primer tersisa sekitar 25 persen dari luas wilayah, kata Teras Narang saat menjadi pembicara di seminar nasional bertajuk Kebijakan Ekonomi Biru Pembangunan Kelautan dan Perikanan Menuju Indonesia Emas 2045, yang digelar di Palangka Raya, Rabu.
"Di mana luas Kalteng itu mencapai 1,5 kali pulau Jawa ini, memiliki banyak potensi sumber daya alam di dalamnya termasuk sumber daya perairan," ucapnya.
Mantan Gubernur Kalteng periode 2005-2010 dan 2010-2015 itu pun menjelaskan, kebijakan ekonomi biru pembangunan kelautan dan perikanan di Indonesia, merupakan strategi untuk mengembangkan sektor perikanan dan kelautan secara berkelanjutan. Kebijakan itu bertujuan untuk memanfaatkan potensi sumber daya kelautan dan perikanan Indonesia dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.
Untuk itu, upaya mencapai Indonesia Emas dengan pendekatan ekonomi biru dalam pembangunan kelautan dan perikanan, merupakan pendekatan yang rasional dan selaras dengan kondisi serta karakteristik wilayah NKRI sebagai negara kepulauan, negara maritim.
"Potensi daerah-daerah di Indonesia, termasuk di Kalimantan Tengah, pun memiliki ruang besar untuk dikembangkan dengan pendekatan kebijakan ekonomi biru," kata Teras Narang.
Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), beber dia, Kalteng memiliki perairan umum dengan luasan kurang lebih 2.333.077 hektar. Di mana 2.267.800 hektar daerah perairan tawar yang terdiri dari rawa seluas 1.811.500 hektar, sungai 323.500 hektar atau 59 buah, dan danau seluas 132.800 hektar.
Bahkan, provinsi berjuluk Bumi Tambun Bungai-Bumi Pancasila ini juga memiliki garis pantai sekitar 703 Km, yang semakin menunjukkan menunjukkan besarnya potensi perikanan daerah ini.
"Itulah kenapa saya menyebut sangat layak kelautan dan perikanan Kalteng dikembangkan melalui pendekatan kebijakan ekonomi biru," ujarnya.
Dirinya pun menyarankan perguruan tinggi yang ada di Kalteng, harus mesti menjadi salah satu elemen penting dalam perannya melakukan eksplorasi lebih dan diseminasi semangat kebijakan ekonomi biru ke ruang publik di daerah.
Selain itu, peran utamanya dalam menghasilkan sumber daya manusia unggul di berbagai sektor ekonomi kelautan dan perikanan sangat menentukan untuk kepentingan menuju Indonesia Emas 2045.
Baca juga: Teras Narang: Komite II DPD RI terus mencari solusi menjaga sektor pertanian
Perguruan tinggi pun dapat mengambil peran sebagai simpul kemitraan untuk pembangunan perikanan dan kelautan di Kalimantan, mengingat posisi dan fungsinya yang strategis dalam mendorong kebijakan ekonomi biru.
"Termasuk mendorong agar ada grand strategy dan peta jalan pembangunan ekonomi biru yang terintegrasi dalam mengoptimalkan peran Kalteng sebagai lumbung pangan nasional," kata Teras Narang.
Senator asal Kalteng itu juga menyarankan perguruan tinggi mesti mendorong lahirnya riset-riset inovatif dan pengembangan teknologi. Pun pemerintah khususnya pemimpin daerah ke depan, agar menyokong riset-riset ini dengan anggaran yang memadai.
"Itu sebagai bentuk komitmen untuk mendukung kebijakan ekonomi biru, pembangunan kelautan dan perikanan menuju Indonesia Emas 2045," demikian Teras Narang.
Baca juga: Teras Narang: Gerakan Dayak Layak Terang perlu digemakan
Baca juga: Sokong calon pemimpin punya komitmen majukan kesehatan dan pendidikan
Baca juga: Teras Narang: Generasi muda jangan hanya menuntut toleransi
Wilayah Kalteng yang luasnya mencapai 153.564 km² didominasi hutan hingga 80 persen dengan hutan primer tersisa sekitar 25 persen dari luas wilayah, kata Teras Narang saat menjadi pembicara di seminar nasional bertajuk Kebijakan Ekonomi Biru Pembangunan Kelautan dan Perikanan Menuju Indonesia Emas 2045, yang digelar di Palangka Raya, Rabu.
"Di mana luas Kalteng itu mencapai 1,5 kali pulau Jawa ini, memiliki banyak potensi sumber daya alam di dalamnya termasuk sumber daya perairan," ucapnya.
Mantan Gubernur Kalteng periode 2005-2010 dan 2010-2015 itu pun menjelaskan, kebijakan ekonomi biru pembangunan kelautan dan perikanan di Indonesia, merupakan strategi untuk mengembangkan sektor perikanan dan kelautan secara berkelanjutan. Kebijakan itu bertujuan untuk memanfaatkan potensi sumber daya kelautan dan perikanan Indonesia dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.
Untuk itu, upaya mencapai Indonesia Emas dengan pendekatan ekonomi biru dalam pembangunan kelautan dan perikanan, merupakan pendekatan yang rasional dan selaras dengan kondisi serta karakteristik wilayah NKRI sebagai negara kepulauan, negara maritim.
"Potensi daerah-daerah di Indonesia, termasuk di Kalimantan Tengah, pun memiliki ruang besar untuk dikembangkan dengan pendekatan kebijakan ekonomi biru," kata Teras Narang.
Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), beber dia, Kalteng memiliki perairan umum dengan luasan kurang lebih 2.333.077 hektar. Di mana 2.267.800 hektar daerah perairan tawar yang terdiri dari rawa seluas 1.811.500 hektar, sungai 323.500 hektar atau 59 buah, dan danau seluas 132.800 hektar.
Bahkan, provinsi berjuluk Bumi Tambun Bungai-Bumi Pancasila ini juga memiliki garis pantai sekitar 703 Km, yang semakin menunjukkan menunjukkan besarnya potensi perikanan daerah ini.
"Itulah kenapa saya menyebut sangat layak kelautan dan perikanan Kalteng dikembangkan melalui pendekatan kebijakan ekonomi biru," ujarnya.
Dirinya pun menyarankan perguruan tinggi yang ada di Kalteng, harus mesti menjadi salah satu elemen penting dalam perannya melakukan eksplorasi lebih dan diseminasi semangat kebijakan ekonomi biru ke ruang publik di daerah.
Selain itu, peran utamanya dalam menghasilkan sumber daya manusia unggul di berbagai sektor ekonomi kelautan dan perikanan sangat menentukan untuk kepentingan menuju Indonesia Emas 2045.
Baca juga: Teras Narang: Komite II DPD RI terus mencari solusi menjaga sektor pertanian
Perguruan tinggi pun dapat mengambil peran sebagai simpul kemitraan untuk pembangunan perikanan dan kelautan di Kalimantan, mengingat posisi dan fungsinya yang strategis dalam mendorong kebijakan ekonomi biru.
"Termasuk mendorong agar ada grand strategy dan peta jalan pembangunan ekonomi biru yang terintegrasi dalam mengoptimalkan peran Kalteng sebagai lumbung pangan nasional," kata Teras Narang.
Senator asal Kalteng itu juga menyarankan perguruan tinggi mesti mendorong lahirnya riset-riset inovatif dan pengembangan teknologi. Pun pemerintah khususnya pemimpin daerah ke depan, agar menyokong riset-riset ini dengan anggaran yang memadai.
"Itu sebagai bentuk komitmen untuk mendukung kebijakan ekonomi biru, pembangunan kelautan dan perikanan menuju Indonesia Emas 2045," demikian Teras Narang.
Baca juga: Teras Narang: Gerakan Dayak Layak Terang perlu digemakan
Baca juga: Sokong calon pemimpin punya komitmen majukan kesehatan dan pendidikan
Baca juga: Teras Narang: Generasi muda jangan hanya menuntut toleransi
Pewarta : Jaya Wirawana Manurung
Editor : Admin 2
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Teras Narang dorong peningkatan kapasitas BNNK Kotim perkuat pemberantasan narkoba
27 February 2026 13:25 WIB
OJK Kalteng-DPD RI kawal penerapan UU ITE lindungi masyarakat dari kejahatan digital
20 December 2025 9:36 WIB
Teras Narang ajak semua pihak dukung hilirisasi pasir kuarsa dan alumina di Kalteng
01 December 2025 17:25 WIB
DPRD bersama Pemkot Palangka Raya komitmen tuntaskan masalah tapal batas antarwilayah
13 October 2025 14:02 WIB
Terpopuler - Prov. Kalimantan Tengah
Lihat Juga
Gubernur Kalteng gratiskan ribuan paket sembako untuk ojol hingga petugas kebersihan
18 March 2026 15:00 WIB
Kementerian LH soroti kinerja sampah kabupaten/kota Kalteng perlu pengawasan ketat
18 March 2026 14:16 WIB
Tinjau kapal secara langsung, Gubernur Kalteng lepas 1.400 pemudik dari Pelabuhan Sampit
16 March 2026 22:17 WIB
Peningkatan mobilitas masyarakat jelang Lebaran perlu diimbangi pengamanan maksimal
16 March 2026 14:10 WIB
Bank Kalteng: Layanan digital dan ATM tetap optimal selama libur Nyepi dan Idul Fitri
16 March 2026 13:23 WIB