Sampit (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah mendorong optimalisasi pariwisata tanpa harus menggelontorkan anggaran fantastis alias boros, tetapi mengutamakan kreativitas agar menarik wisatawan.

“Contohnya, Pantai Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit yang pengembangannya sudah menelan biaya cukup besar, sehingga akan sangat sayang kalau tidak difungsikan secara optimal. Bisa saja digelar festival layang-layang setahun sekali untuk menarik pengunjung,” kata Wakil Ketua Komisi III DPRD Kotim Riskon Fabiansyah di Sampit, Minggu.

Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini menjelaskan, salah satu hal yang mereka pelajari saat kaji banding pihaknya di Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan, beberapa waktu lalu adalah bahwa dalam mengemas kegiatan pariwisata itu tidak harus ribet dan memakan biaya besar.

Menurutnya, yang terpenting adalah kreativitas sehingga bisa menghasilkan suatu inovasi atau keunikan dalam mengemas potensi wisata daerah sudah ada agar bisa menarik lebih minat wisatawan.

Ia pun menyoroti minta masyarakat Kotim terhadap permainan layang-layang yang cukup besar dan berpotensi menjadi daya tarik wisata baru. Apalagi, fasilitas di Ujung Pandaran dinilai memadai untuk menggelar acara seperti itu.

Baca juga: Pemkab Kotim gelontorkan Rp4 miliar untuk rehabilitasi sekolah

“Hal ini juga sesuatu yang kami pelajari dari Barito Kuala. Di sana, mereka rutin menggelar festival layang-layang setahun sekali dan mampu menarik peserta dari luar negeri. Konsep seperti ini bisa kita terapkan di Ujung Pandaran,” ujarnya.

Disamping itu, Riskon juga menyoroti pola pengelolaan aset wisata di beberapa daerah lain yang diserahkan kepada pemerintah desa. 

Dengan menyerahkan pengelolaan pariwisata kepada desa atau kelurahan setempat juga dinilai lebih efektif, karena mereka lebih dekat dan paham kebutuhan setempat. Pengelolaannya bisa  lebih terpantau dan dapat dikembangkan berdasarkan kearifan lokal 

Cara ini juga dapat menjadi solusi terhadap keterbatasan sumber daya manusia dalam memelihara aset di Kotim dan pemerintah daerah bisa fokus promosi hingga keluar daerah.

“Kami berharap ke depan ada inovasi dan terobosan dalam pengembangan sektor pariwisata, sehingga potensi daerah seperti Pantai Ujung Pandaran bisa menjadi destinasi unggulan tanpa membebani anggaran secara berlebihan,” demikian Riskon.

Baca juga: Camat MBK usulkan penambahan puskesmas atasi penumpukan pasien

Baca juga: KSOP Sampit perkuat sinergi insan maritim lewat jalan sehat

Baca juga: DPRD Kalteng minta pemerintah segera perbaiki jalan menuju Pelabuhan Bagendang