Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah memberikan apresiasi terhadap dedikasi SMPN 1 Sampit dalam membangun sumber daya manusia, sekolah ini dinilai sukses mencetak kader terbaik yang berkontribusi bagi kemajuan daerah.
“SMP Negeri 1 Sampit telah banyak mencetak kader terbaik bangsa. Ini bukti nyata peran strategis sekolah dalam membangun SDM berkualitas,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kotim Yolanda Lonita Fenisia di Sampit, Senin.
Hal ini ia sampaikan saat menghadiri acara puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 SMPN 1 Sampit yang dikemas dengan acara reuni akbar, unjuk keterampilan dari para murid, serta peresmian proyek pembangunan fisik yang bersumber dari APBD dan APBN.
Turut hadir dalam acara itu Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) sekaligus alumni SMPN 1 Sampit Muhammad Irfansyah, anggota DPRD Kotim Riskon Fabiansyah dan Muhammad Ramadhana Rahman, serta unsur FKPD Kotim.
Yolanda menyebut, bahwa sekolah tersebut memiliki rekam jejak panjang dalam sejarah pendidikan yang menjadi bukti nyata bahwa sekolah ini memiliki peran strategis dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.
SMPN 1 Sampit telah banyak mencetak kader-kader terbaik bangsa yang kini berkecimpung di berbagai bidang kehidupan masyarakat, baik sebagai pendidik, aparatur, tokoh masyarakat, pelaku usaha, maupun profesi lainnya.
Ia berharap capaian yang ada tidak membuat pihak sekolah cepat puas. Menurut Yolanda, tantangan sesungguhnya bagi dunia pendidikan saat ini adalah konsistensi dalam menjaga standar kualitas yang sudah diraih.
“Kami berharap kedepannya SMPN 1 Sampit semakin meningkatkan prestasinya, karena meraih prestasi itu bisa dilalui, tapi mempertahankannya itu adalah hal yang sulit dilakukan,” ujarnya.
Ia pun menyatakan, bahwa Pemkab Kotim senantiasa mendukung upaya peningkatan mutu pendidikan, karena pendidikan merupakan investasi jangka panjang dalam mewujudkan daerah yang maju, cerdas, dan berdaya saing.
Tak lupa, ia berpesan kepada para alumni agar terus menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi nilai-nilai yang telah ditanamkan, serta terus menunjukkan kemampuan terbaik di mana pun berada.
“Jadilah teladan dan inspirasi bagi adik-adik kita, serta teruslah memberi kontribusi positif bagi masyarakat dan daerah,” pungkasnya.
Baca juga: RSUD Murjani Sampit kembali layani penuh pasien stroke dan jantung
Kepala SMPN 1 Sampit, Suyoso, menyambut baik dukungan pemerintah daerah yang hadir mendampingi kemajuan sekolah. Ia pun bersyukur dengan semangat menjejaki dan menghargai sejarah, maka perayaan HUT ke-72 SMPN 1 Sampit berlangsung sukses.
“Banyak hal yang kami syukuri dari kegiatan ini, pertama 300 lebih siswa berprestasi tingkat kabupaten, provinsi, nasional hingga internasional melakukan performa di hadapan seluruh tamu, sebuah capaian yang luar biasa karena anak-anak langsung diberi kesempatan unjuk kemampuan,” tuturnya.
Selain itu, momentum ini menjadi semakin berkesan lantaran SMPN 1 Sampit menjadi pusat peresmian pembukaan proyek pembangunan fisik pada 114 SMP di Kotim yang bersumber dari APBD DAN APBN.
Kemudian, pembentukan persatuan alumni SMPN 1 Sampit yang mulai menunjukkan eksistensinya dengan menjadi panitia penyelenggaraan HUT ke-72 ini.
Menurut Suyoso, keberhasilan sekolah saat ini merupakan hasil dari dahsyatnya kolaborasi antara pemerintah, mitra swasta, dan media. Hal ini dibuktikan dengan adanya ratusan siswa yang mampu berprestasi hingga tingkat internasional.
"Ulang tahun satu sekolah tetapi diberdayakan untuk seluruh sekolah SMP se-Kotim. Sekolah ini dibangun dengan kolaborasi, kemitraan, dan manajemen sehat secara terbuka," terang Suyoso.
Dukungan pemerintah yang disinergikan dengan bantuan laboratorium dari mitra seperti Wilmar Group Nusantara Indonesia menjadi bukti nyata manajemen terbuka. Seluruh elemen, termasuk alumni, kini bergerak bersama untuk mendukung visi pemerintah daerah.
Suyoso juga menekankan pentingnya peran publikasi media yang konstruktif dalam mengawal pembangunan sekolah. Baginya, validitas data dan koordinasi yang baik dengan media massa telah membantu sekolah menghindari pemberitaan destruktif.
“Keberhasilan maupun hambatan selalu disajikan media secara konstruktif. Jika ada berita destruktif, biasanya karena validitas datanya belum sesuai dengan sumber sebenarnya,” demikian Suyoso.
Baca juga: Wabup Kotim tekankan pembangunan berorientasi rakyat
Baca juga: Aspal rusak di Parenggean diuji laboratorium meski kerusakan jalan diperbaiki
Baca juga: Jalan Sehat Kreasi SMPN 1 Sampit jadi ajang nostalgia lintas generasi