Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah bersama Gabungan Perusahaan Perkebunan Indonesia (GPPI) bersinergi dan berkolaborasi membangun daerah, salah salah satunya di sektor perikanan. 

"Saya menyambut baik kerja sama ini. GPPI sudah tidak perlu diragukan lagu karena sudah banyak membantu pemerintah daerah. Kita berharap sinergi dan kolaborasi ini terus ditingkatkan, bukan hanya di sektor perikanan," kata Bupati Halikinnor di Sampit, Kamis.

Sinergi dan kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara Dinas Perikanan Kabupaten Kotawaringin Timur dengan GPPI. 

Bupati Halikinnor menyaksikan penandatanganan kerja sama oleh Kepala Dinas Perikanan Kotawaringin Timur Ahmad Sarwo Oboi dengan Ketua GPPI Wilayah Kotawaringin Timur, Seruyan, Katingan, Siswanto serta perwakilan lima perusahaan perkebunan kelapa sawit anggota GPPI setempat.

Dalam acara ini juga diluncurkan Program Budikdamber atau budidaya ikan dalam ember. Program ini menjadi salah satu wujud kerja sama antara Dinas Perikanan dengan GPPI setempat. 

Menurut Halikinnor, kerja sama ini selaras dengan kesepakatan bersama yang telah ditandatangani pada 2023 lalu antara Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur dengan Gabungan Perusahaan Perkebunan Indonesia (GPPI).

"Kesepakatan bersama ini tentang kerja sama bidang pembangunan, perekonomian, kesehatan, pelayanan publik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Timur," demikian Halikinnor. 

Ketua GPPI Wilayah Kotawaringin Timur, Seruyan dan Katingan, Siswanto membenarkan bahwa GPPI sudah ada kerja sama dengan Bupati Kotawaringin Timur di bidang pembangunan, perekonomian, kesehatan, pelayanan publik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Timur.

"Jadi, kerja sama ini tinggal menindaklanjuti saja. Teknisnya, masing-masing dinas tinggal menindaklanjuti. Kami selalu siap. Bahkan banyak perusahaan yang sudah siap terlibat membantu," kata Siswanto. 

Saat ini total ada 78 perusahaan anggota GPPI Kotawaringin Timur, Seruyan dan Katingan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 55 perusahaan merupakan perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Baca juga: Sudah dua desa di Kotim minta bantuan pasokan air bersih

GPPI menyampaikan terima kasih kepada Dinas Perikanan yang telah memberikan kesempatan kepada GPPI untuk menindak lanjuti kerja sama yang setiap tiga tahun diperbarui tersebut.

Siswanto menyebut kerja sama dengan Dinas Perikanan merupakan aksi nyata kedua dalam implementasi kerja sama tersebut. Sebelumnya sudah diwujudkan kerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPPAPPKB) Kabupaten Kotawaringin Timur.

Dia berharap dalam waktu dekat akan menyusul dinas-dinas lainnya yang secara teknis membuat kerja sama dengan GPPI. Dia kembali menegaskan GPPI siap bersinergi dan berkolaborasi demi pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

"Banyak bidang yang bisa dikerjasamakan sesuai bidang masing-masing dinas. Kami selalu siap bersinergi dan berkolaborasi," demikian Siswanto.

Sementara itu Kepala Dinas Perikanan Kotawaringin Timur Ahmad Sarwo Oboi mengatakan, perjanjian kerjasama antara Dinas Perikanan Kabupaten Kotawaringin Timur dengan Gabungan Pengusaha Perkebunan Indonesia (GPPI) tahun 2026  merupakan rangkaian acara memperingati Hari Ulang Tahun ke-73 Kabupaten Kotawaringin Timur.

Ini menjadi sebuah momentum bersejarah yang tidak hanya mengingatkan pada perjalanan panjang daerah ini, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk terus membangun Kotawaringin Timur yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing.  

Menurut Oboi, pihaknya menyikapi keterbatasan anggaran pada 2026 ini, baik yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Insentif Fiskal (IF) yang tidak diperoleh Dinas Perikanan.

Untuk itu, supaya program dan kegiatan bidang perikanan tetap bisa dilaksanakan maka Dinas Perikanan menindaklanjuti kesepakatan bersama antara pemerintah daerah dengan GPPI nomor : 100.3.7.1/12/kb-ks/x/2023 dan nomor :018/GPPI/Kotim/2023 tentang kerja sama bidang pembangunan, perekonomian, kesehatan,  pelayanan publik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Timur. 

Pihaknya menyadari bahwa keberhasilan kerja sama ini membutuhkan dukungan semua pihak. Oleh karena itu, Dinas Perikanan tetap meminta bimbingan dan arahan dari bupati, serta dukungan penuh dari semua pihak agar pelaksanaan kerja sama ini dapat berjalan dengan baik, tertib, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Semoga penandatanganan kerja sama ini menjadi awal yang baik bagi terwujudnya kolaborasi berkelanjutan demi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur," demikian Sarwo Oboi.

Baca juga: Festival Mangaruhi jadi media kampanye perikanan ramah lingkungan

Baca juga: DPRD sambut baik kembalinya Lion Air di Bandara Haji Asan Sampit

Baca juga: DPRD Kotim minta pemkab terus perjuangkan nasib SDM pemerintahan