Sampit (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah mengimbau setiap sekolah di daerah ini, khususnya di kawasan Kota Sampit mendirikan Bank Sampah untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah di sekolah masing-masing.
"Kami berharap sekolah bisa menjadi pelopor dalam peduli terhadap pengelolaan sampah. Tidak hanya untuk kebersihan di sekolah, juga sebagai bagian dari edukasi kepada peserta didik," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kotawaringin Timur, Marjuki di Sampit,
Marjuki mengakui, saat ini sekolah yang memiliki bank sampah masih sangat minim. Ada pula sekolah yang sudah mendirikan bank sampah, namun tidak menjalankannya secara konsisten sehingga mati suri.
Hal ini disayangkan karena keberadaan bank sampah akan sangat membantu pengelolaan sampah di sekolah. Apalagi, sejumlah sekolah termasuk dalam daftar titik pantau penilaian Adipura setiap tahunnya, sehingga keberadaan bank sampah turut memengaruhi penilaian Adipura.
Penanganan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah daerah. Semua pihak seperti satuan pendidikan, pelaku usaha dan masyarakat harus peduli dan turut membantu penanganan sampah di daerah ini.
Upaya bisa dimulai dari tempat tinggal masing-masing dengan memilah sampah sebelum dibuang ke depo sampah. Sementara di sekolah, keberadaan bank sampah diharapkan juga mampu mengurangi residu sampah yang akan dibuang karena sebelumnya sudah melalui pemilahan, termasuk memilah sampah-sampah yang masih memiliki nilai ekonomi.
Baca juga: DPRD Kotim dukung larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun
Keberadaan bank sampah juga akan mengedukasi peserta didik terkait bagaimana memperlakukan sampah dengan baik. Dengan begitu, kebiasaan baik tersebut diharapkan juga dilakukan anak-anak ketika berada di rumah masing-masing dengan tertib membuang sampah.
"Untuk itulah saya berharap setiap sekolah segera mendirikan bank sampah. Kami siap bersinergi untuk kita sama-sama mewujudkan daerah ini bersih, indah dan asri," demikian Marjuki.
Sementara itu, sebelumnya Dinas Lingkungan Hidup Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah menyerahkan penghargaan Adiwiyata tahun 2025 untuk 38 sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat di daerah setempat.
Sebanyak 38 sekolah penerima Penghargaan Adiwiyata tersebut terbagi pada kategori Adiwiyata Titik Pantau Adipura sebanyak 5 sekolah, Adiwiyata Mandiri sebanyak 3 sekolah, Adiwiyata Nasional sebanyak 4 sekolah, Adiwiyata Provinsi Kalteng sebanyak 6 sekolah dan Adiwiyata Kabupaten Kotim sebanyak 20 sekolah.
Marjuki menyebutkan, jumlah Sekolah Adiwiyata saat ini baru sekitar 5 persen dari 596 satuan pendidikan tingkat SD, SMP dan SMA sederajat yang ada di Kotawaringin Timur. Dia berharap nantinya seluruh satuan pendidikan menjadi Sekolah Adiwiyata sebagai wujud komitmen bersama dalam melestarikan sekolah yang serentak juga dilakukan di sekolah-sekolah.
Sekolah Adiwiyata diharapkan dapat menjadi agen perubahan, contoh dan inspirasi bagi sekolah lain dalam menerapkan sekolah ramah lingkungan, pengelolaan sampah berbasis sumber.
Menurut Marjuki, upaya ini harus dilakukan berkelanjutan. Untuk itu perlu ada perencanaan yang baik dan efektif di semua tingkatan.
Baca juga: Pelindo Sampit siapkan Drop Zone untuk urai kepadatan arus mudik
Baca juga: Penerima manfaat MBG Kotim sudah capai 11 ribu orang
Baca juga: NAM Air Sampit siapkan penerbangan tambahan sambut mudik Lebaran 2026