
Riban Serahkan Bantuan Mobil Ambulance

Bantuan mobil ambulance ini sumbangan salah seorang pengusaha...
Palangka Raya, 11/1 (ANTARA) - Wali Kota Palangka Raya HM Riban Satia menyerahkan secara langsung bantuan satu unit mobil ambulance untuk Yayasan Lutfillah dan Yayasan Al-Zamzam Palangka Raya.
"Bantuan mobil ambulance ini sumbangan salah seorang pengusaha yang ada di kota ini, sayai hanya mewakili untuk menyerahkan untuk dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat," kata Riban Satia saat menyerahkan ambulance, Jumat.
Wali Kota Palangka Raya itu menyatakan bersukur masih ada pengusaha yang peduli dan mau menyumbangkan sebagian hartanya untuk kepentingan masyarakat. "Kita butuh pengusaha-pengusaha dermawan lainnya," ucap Wali Kota Riban Satia.
Riban mengatakan, saat ini tidak banyak pengusaha yang belum terketuk pintu hatinya untuk menyumbangkan sebagian hartanya demi membantu sesama umat, namun pihaknya berharap hal itu bisa ditingkatkan dari tahun ke tahun.
Menurutnya, peran serta kalangan pengusaha yang mau membantu masyarakat dalam segala bidang dengan membagikan sedikit keuntungan bisnis yang mereka jalankan. Hal itu sangat membantu pemerintah dalam melaksanakan pembangunan, khususnya peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Kami berharap, para pengusaha yang lain dapat mencontoh dan berlomba untuk membantu warga Kota Palangka Raya yang memerlukan, sebab bantuan yang dikeluarkan tersebut tidak mungkin membuat rugi, justru tindakan yang dilakukan akan menarik simpatik orang banyak," ucap Riban.
Riban menyebutkan, pengusaha yang menyumbang mobil-mobil ambulance tersebut adalah Tarmidji, sehingga nantinya masyarakat sekitar yang memerlukan bantuan untuk mengantar jenazah atau orang sakit bisa menggunakannya.
Selain itu, Riban juga mengingatkan kepada masyarakat dapat menjaga serta memelihara apa yang sudah diberikan, baik itu bantuan dari pemerintah atau kalangan swasta.
"Misalnya seperti yang dilakukan Pemerintah Kota membangun jalan titian dengan bahan baku beton di kawasan Rindang Banua, hasil bangunan tersebut hendaknya dapat dijaga serta dipelihara masyarakat apabila ada kerusakan seperti retak-retak, jangan selalu menunggu campur tangan pemerintah," jelas Riban.
Pemerintah juga memiliki anggaran yang terbatas sebab semua daerah membutuhkan pembangunan, sehingga apabila ada fasilitas umum yang dapat ditangani secara swadaya dilakukan bersama-sama, tidak harus menunggu campur tangan dari pemerintah.
(T.KR-TVA/B/M019/M019)
Pewarta :
Editor: Rachmat Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
