Rumah Pinggiran Sungai Mentaya Sampit Rawan Terendam

id Rumah Pinggiran Sungai Mentaya, Sampit Rawan Terendam , Sampit, Kotim

Rumah Pinggiran Sungai Mentaya Sampit Rawan Terendam

Ilustrasi (noviaji.wordpress.com) istimewa

Permukiman di sepanjang pinggiran Sungai Mentaya memang rentan banjir pasang. Meski jarang terjadi, namun kami tetap cemas terutama saat hujan deras,"

Sampit, Kalteng, 12/2 (ANTARA) - Ribuan rumah di pinggiran sungai Mentaya, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah rawan terendam banjir, kondisi tersebut membuat khawatir warga yang tinggal di daerah itu.

"Curah hujan yang tinggi bisa merendam permukiman rendah saat air pasang. Biasanya air pasang saat tengah malam. Beberapa malam terakhir membuat kami khawatir," kata warga Jalan Usman Harun, Kelurahan Baamang Hilir, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotim, Sandi di Sampit, Selasa.

Sepekan terakhir, pasang surut di Sungai Mentaya memang terlihat signifikaan. Saat pagi hari sungai surut, namun saat tengah malam, air pasangan cukup tinggi bahkan hampir mencapai lantai rumah warga yang tinggal di pinggir sungai.

Kawasan dataran rendah di Sampit yang rentan terendam banjir akibat air pasang Sungai Mentaya, adalah di permukiman padat sekitar sungai Keramat.

Air sungai di kawasan itu terlihat tinggi saat pasang dan hampir mencapai lantai rumah-rumah warga di kawasan padat penduduk tersebut.

"Permukiman di sepanjang pinggiran Sungai Mentaya memang rentan banjir pasang. Meski jarang terjadi, namun kami tetap cemas terutama saat hujan deras," katanya.

Bupati Kotim Supian Hadi sebelumnya sudah memperingatkan agar masyarakat mewaspadai banjir karena sekarang curah hujan sedang tinggi, terutama mereka yang tinggal di daerah dataran rendah, pinggiran sungai dan danau.

Dia meminta seluruh camat bersama lurah dan kepala desa untuk mewaspadai banjir. Penegasan itu dituangkan dalam surat imbauan yang ditandatanganinya pada 7 Januari 2013 lalu.

"Untuk mengantisipasi bencana banjir yang menimbulkan kerugian harta dan korban jiwa saya mengimbau para camat menyampaikan kepada seluruh lurah, kepala desa dan masyarakat waspada," sebut Bupati dalam surat edarannya yang ditujukan kepada camat se-Kotim.

Berdasarkan informasi yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandara Haji Asan Sampit, curah hujan tinggi akan terjadi hingga pertengahan Maret 2013.

(T.KR-UTG/B/S019/S019)


Pewarta :
Editor : Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2013

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.