Palangka Raya (Antara Kalteng) - Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Retno Insiyah mengatakan bahwa ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah itu semakin menjadi perhatian dan sasaran para pengusaha dan pemilik hotel berbintang untuk investasi.
"Sampai saat ini pertumbuhan hotel berbintang di Palangka Raya masih menjadi sasaran investor dalam negeri khusus dari sektor perhotelan," katanya di Palangka Raya, Sabtu.
Dia menilai pembangunan hotel berbintang pada 2014 khususnya di kota Palangka Raya sudah ada dua hotel yang diresmikan antara lain, Hotel Royal Global, dan City In Hotel. Hanya Hotel Mercure Bahalap yang masih dalam tahap pembangunan.
Pihaknya juga beranggapan bahwa investor saat ini terus menilik pembangunan "Kota Cantik" Palangka Raya dalam hal pertumbuhan ekonomi khususnya di bidang pembangunan perhotelan.
"Saya berharap pertumbuhan hotel di kota Palangka Raya mampu memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan kegiatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat setempat, namun tidak sebaliknya," kata Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) itu.
Pemerintah juga harus mampu bertindak tegas dan bijak mengambil sikap dalam hal pembangunan untuk kelanjutan kesejahteraan masyarakat di masa yang akan datang.
"Jangan sampai masyarakat menjadi korban atas pembangunan ekonomi berkelanjutan itu," ucapnya.
Pemerintah juga harus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat, agar mampu mengurangi angka pengangguran yang ada saat ini.
Dari data badan pusat statistik (BPS) kota Palangka Raya menunjukan bahwa pertumbuhan di sektor perdagangangan, hotel dan restoran terbilang tumbuh dengan cepat dan mampu menyumbangkan 2,02 persen dari sumber pertumbuhan ekonomi 7,55 persen pada 2012.
"Ini menunjukan bahwa laju pertumbuhan ekonomi di "Kota Cantik" Palangka Raya di pangaruhi oleh pertumbuhan dan pembangunan hotel yang ada," katanya.
(T.KR-RON/B/M019/M019)
