Sampit (Antara Kalteng) - Sampit Karnaval 2015 untuk menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI, berlangsung meriah dan ditetapkan menjadi salah satu agenda rutin pariwisata Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.
"Dulu kita kenal dengan nama Pawai Pembangunan, tapi mulai tahun ini diubah menjadi Sampit Karnaval. Ini terkait upaya kita menjadikan kegiatan tahunan ini sebagai agenda pariwisata dan promosi wisata di daerah kita," kata Bupati H Supian Hadi saat membuka Sampit Karnaval, Sabtu.
Sampit Karnaval melewati sejumlah jalan di dalam kota yakni rumah jabatan bupati di Jalan Achmad Yani, HM Arsyad, MT Haryono, Yos Soedarso dan berakhir di Taman Kota Sampit. Ribuan warga tumpah ruah memadati sepanjang rute yang dilalui iring-iringan peserta karnaval.
Jumlah peserta kali ini mencapai 286 kelompok, lebih banyak dibanding tahun lalu yang hanya 261 kelompok. Meski panitia membatasi hanya 40 orang dalam satu kelompok, namun rata-rata setiap kelompok beranggotakan lebih dari 50 orang, bahkan ada yang hampir 100 orang.
Selain peserta berjalan kaki membawa berbagai atribut, tampak pula kelompok-kelompok seperti klub motor gede atau motor besar, vespa, motor antik, anggota paskibraka, drumband, penari kesenian Dayak, reog, kuda lumping, barongsai, hadrah, binaragawan hingga lembaga swadaya masyarakat yang menyuarakan pemberantasan korupsi.
Sementara itu, peserta dari instansi pemerintah dan swasta juga menampilkan berbagai atribut yang berkaitan bidang tugas mereka masing-masing. Selain pejalan kaki, juga ada pawai sepeda dan mobil hias sehingga membuat karnaval ini menjadi makin semarak.
"Ini adalah tahun terakhir saya dan Bapak HM Taufiq Mukri menjabat di periode 2005-2010. Saya berharap agenda pariwisata kita ini dilanjutkan di tahun-tahun berikutnya. Saya berharap nanti peserta juga ada peserta dari luar daerah," harap Supian Hadi.
Sementara itu, masyarakat sangat antusias dengan digelarnya Sampit Karnaval. Masyarakat berharap terus dilakukan peningkatan agar kegiatan ini setiap tahunnya makin menarik bagi peserta dan masyarakat.
"Kalau saya mengusulkan dibuat tema, jadi tidak monoton. Kalau tidak ada tema maka akan seperti ini saja tiap tahunnya padahal kita berharap tiap tahun akan lebih meriah," harap Yudi, warga Sampit.
