Logo Header Antaranews Kalteng

Kalteng Siapkan Tempat Penampungan Bayi Cegah ISPA

Sabtu, 10 Oktober 2015 16:49 WIB
Image Print
Ilustrasi - Jumlah penderita penyakit ISPA yang datang ke Puskesmas Arut Selatan meningkat akibat kabut asap, sebagian besar diderita bayi dan anak-anak. (Foto Alfa)

Palangka Raya (Antara Kalteng) - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah telah mempersiapkan ruangan untuk menampung bayi untuk mencegah terkena infeksi saluran pernafasan akut akibat pekatnya kabut asap.

Tempat penampungan sementara tersebut di gedung milik Dinas Sosial Kalteng yang terletak di km7 jalan Tjilik Riwut kota Palangka Raya, kata Kepala Dinkes Kalteng Suprastija Budi di Palangka Raya, Sabtu.

"Fasilitas ini diprioritaskan bagi bayi yang orangtuanya dari keluarga kurang mampu dan rumahnya yang tidak dilengkapi sirkulasi udara yang memadai akibat kabut asap," tambah dia.

Tempat penampungan dipersiapkan tersebut tidak di pungut biaya atau gratis, sehingga keluarga yang memiliki bayi dan terindikasi akan terkena ISPA akibat kabut asap, disarankan segera melaporkan ke Dinkes Kalteng.

Suprastija mengatakan bayi yang nantinya di laporkan tersebut nantinya dirawat tim medis dari Rumah sakit (RSUD) Doris Silvanus, dan apabila dianggap sudah tidak menderita ISPA akan dipersilahkan di bawa pulang.

"Apabila kondisi bayi malah semakin buruk maka pihak kesehatan dapat segera merujuk ke RSUD untuk ditindaklanjuti. Hal ini dilakukan supaya jangan sampai terjadi kematian terhadap bayi yang bersangkutan," ucapnya.

Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimotologi dan Geofisika (BMKG) Palangka Raya, partikulat atau kualitas udara di ibukota provinsi Kalteng, Sabtu (10/10) pukul 14.00 WIB, berkisar 1878,91 atau melebihi batas bahaya.

Kepala Dinkes Kalteng pun menyarankan masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar rumah, sebab kualitas udara di Palangka Raya sangat berbahaya bagi kesehatan dan dapat mengakibatkan terserang ISPA.

"Sekalipun pakai masker, tetap berbahaya. Saya sarankan lebih baik di rumah. Kalaupun harus keluar rumah, karena terpaksa dan sangat penting," demikian Suprastija.



Pewarta :
Editor: Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026