Logo Header Antaranews Kalteng

Pemkab berharap pembentukan BNNK Kotim segera disetujui

Senin, 26 Februari 2018 07:28 WIB
Image Print
Wakil Gubernur Kalteng, Habib H Said Ismail, Wabup Kotim HM Taufiq Mukri dan narasumber diskusi bahaya narkoba di Sampit, Minggu (25/2/2018). (Foto Antara Kalteng/Norjani)

Sampit (Antaranews Kalteng) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, berharap pemerintah pusat segera menyetujui pembentukan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) agar pemberantasan narkoba lebih maksimal.

"Usulan pembentukan BNNK masih diproses di pusat. Saat ini di BNN untuk diajukan ke Kemenpan RB. Mudah-mudahan dalam tiga atau empat bulan sudah selesai," kata Wakil Bupati HM Taufiq Mukri di Sampit, Minggu.

Taufiq mengakui, peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kotawaringin Timur menjadi sorotan nasional karena sudah parah. Bahkan kabupaten ini termasuk zona merah karena maraknya peredaran narkoba.

Kotawaringin Timur yang merupakan daerah dengan jumlah penduduk terbanyak serta perputaran uang dan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Kalimantan Tengah, menjadi sasaran empuk peredaran narkoba. Sindikat narkoba melakukan berbagai cara agar bisa mengedarkan narkoba di daerah ini.

Pemerintah daerah melalui Badan Narkotika Kabupaten (BNK) bekerjasama dengan Polres Kotawaringin Timur, telah dan terus melaksanakan berbagai kegiatan untuk mendukung pemberantasan narkoba.

Secara internal, pemerintah daerah juga melakukan penyuluhan dan pemeriksaan urine aparatur sipil negara untuk memastikan tidak ada lagi pegawai terlibat narkoba.

Pemerintah daerah sangat berharap BNNK segera terbentuk agar pemberantasan narkoba bisa lebih dimaksimalkan. Pemerintah daerah bahkan sudah menyiapkan lahan seluas dua hektare untuk digunakan membangun kantor BNNK nantinya.

"Kami tidak henti-hentinya mengajak kita semua untuk mendukung pemberantasan narkoba. Upaya harus kita lakukan lebih keras lagi karena peredaran narkoba sudah sangat memprihatinkan," kata Taufiq.

Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Habib H Said Ismail mendukung upaya pemberantasan narkoba terus ditingkatkan. Kalimantan Tengah darurat narkoba, termasuk di Kotawaringin Timur yang termasuk daerah tinggi peredaran narkoba.

"Gubernur dan saya sangat mendukung agar pemberantasan narkoba sampai ke bandar-bandarnya. Masa` dua truk zenith tapi yang ditangkap sopirnya saja? Tangkap bandarnya. Semoga bandar narkoba bisa ditangkap dan ditembak mati," tegas Habib Ismail.

Pemerintah provinsi sangat mendukung pemberantasan narkoba. Bahkan belum lama ini, gubernur memberi bonus kepads polisi yang menembak pengedar narkoba.

Dampak narkoba sangat luas, bahkan bisa mengancam nasib daerah dan bangsa ini akibat generasi penerusnya rusak karena narkoba. Masyarakat diimbau melindungi keluarga dan kerabat dari narkoba, serta ikut membantu pemberantasan narkoba.



Pewarta :
Uploader: Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2026