Tindakan ini membuat pedagang Pasar Temanggung Djaya Karti dipuji legislator

id Tindakan ini membuat pedagang Pasar Temanggung Djaya Karti dipuji legislator,Barito Timur,Bartim,Tamiang Layang

Anggota DPRD Barito Timur, H Markati (kiri berkaos biru) saat membeli ikan sekaligus memantau harga di Pasar Temanggung Djaya Karti Tamiang Layang. (Foto Antara Kalteng/Habibullah)

Tamiang Layang (Antaranews Kalteng) - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Barito Timur Kalimantan Tengah, H Markati mengapresiasi sikap pedagang di Pasar Temenggung Djaya Karti Tamiang Layang yang tidak menjual barang dengan harga tinggi meski permintaan tinggi saat hari Natal dan menyongsong tahun baru.

"Saya selalu memantau dan melihat langsung. Kenaikan harga dari harga beli ke harga jual oleh pedagang hanya berkisar Rp2 ribu hingga Rp5 ribu per item barang. Artinya, harga jual masih wajar dan bisa diterima secara logika. Pedagang patut diapresiasi," kata H Markati di Tamiang Layang, Rabu.

Menurut politisi Partai Persatuan Pembangunan, pedagang di Pasar Temenggung Djaya Karti memang mencari keuntungan. Itu pasti secara hukum ekonominya, tetapi masih dalam batas kejawaran.

Cara meraih keuntungan itu tidak dengan menaikkan harga semaunya atau mencari kesempatan dengan memanfaatkan situasi saat hari besar keagamaan seperti perayaan Hari Natal dan menjelang tahun baru saat ini. 

Walaupun hingga saat ini harga masih relatif normal, Markati tetap meminta adanya pengawasan dari pemerintah daerah melalui instansi terkait. Sebab, harga bisa saja sewaktu-waktu berubah dan naik secara signifikan. Oleh karena itu, perlu pengawasan dari semua pihak terkait serta dari DPRD Bartim sendiri. 

"Saya bersama kawan-kawan di DPRD Barito Timur akan melaksanakan tugas sebagai anggota dewan dengan sebaik-baiknya. Salah satunya menyerap aspirasi masyarakat dan melakukan pengawasan terhadap stabilitas perekonomian di masyarakat," katanya.

Salah satu pedagang di Pasar Temenggung Djaya Karti, Yani mengatakan, mereka menjual barang dengan harga wajar. Dia mencontohkan, tomat yang dibeli dari distributor di Pasar Kelua seharga Rp8 ribu per kilogram dan dijual di Pasar Temenggung Djaya Karti Rp10 ribu per kilogram. 

"Rata-rata kami hanya mengambil untung Rp2 ribu sampai Rp3 ribu per item barang sesuai satuan volume," katanya.

Menurut Yani, kalau harga barang dari distributor tidak tinggi, tentu akan dijual dengan harga tidak tinggi pula. Penting berpedoman bahwa yang penting ada untung meski sedikit sehingga tidak menyebabkan kerugian.


Pewarta :
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar