Video hingga obrolan vulgar jadi temuan baru kasus Jung Joon-young

id Jung Joon-young,Video hingga obrolan vulgar,Video hingga obrolan vulgar jadi temuan baru kasus Jung Joon-young

Penyanyi Korea Selatan Jung Joon-young tiba di pengadilan untuk menghadiri sidang awal meninjau surat penahanan penuntutan di Pengadilan Distrik Pusat Seoul, Seoul, Korea Selatan, Kamis (21/3/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Kim Hong-Ji/cfo (REUTERS/KIM HONG-JI)

Jakarta (ANTARA) - Pengacara Bang Jung-hyun, yang melaporkan ruang obrolan grup (group chat) penyanyi Jung Joon-young ke Komisi Anti-Korupsi dan Hak Sipil Korea Selatan, mengungkapkan temuan baru berupa dugaan tindak pemerkosaan, selain distribusi foto dan video terlarang oleh Jung-young.

Dalam sebuah wawancara dengan reporter media Korea Selatan, JTBC pada Kamis (11/4) lalu, seperti dilansir Eonline, Jung-hyun mengatakan kemungkinan adanya tindak pemerkosaan dalam kasus sang penyanyi.

"Pertama, ada foto dan video wanita yang tidak sadar. Ada video aktivitas seksual yang dilakukan pada wanita yang berbaring seolah-olah mereka sedang tidur. Ada sekitar 10 video yang bisa dianggap sebagai serangan seksual paksa," kata dia.

Jung-hyun lalu menuturkan pernah menghubungi para korban dalam rekaman obrolan grup Joon-young.

"Para korban terkejut melihat isi ruang obrolan. Mereka tidak ingat sama sekali. Mereka tahu itu mereka [dalam video] tetapi tidak ingat berhubungan intim," tutur dia.

Perempuan dalam video juga mengaku tidak tahu menjadi korban perkosaan.

Jung-hyun juga mengemukakan sepak terjang klub-klub malam tersebut seperti Burning Sun dan Monkey Museum yang sedang diselidiki karena dugaan penjualan dan distribusi obat-obatan terlarang.

"Kecurigaan serangan seksual dan pemerkosaan muncul karena obat. Beberapa korban hampir tidak minum alkohol tetapi berbicara seolah-olah mereka benar-benar kehilangan akal," kata dia.

Setelah itu, dia menceritakan salah satu video yang diduga berasal dari ruang obrolan Joon-young.

"Seorang anggota ruang obrolan berusaha untuk melakukan pelecehan seksual terhadap seorang wanita, tetapi gagal, jadi ia mencoba lagi pada seorang wanita yang sudah tertidur. Sepertinya ada 4 pelaku, tetapi mungkin bisa sampai 6, termasuk mereka yang berada di tempat pemerkosaan tetapi tidak berpartisipasi," papar dia.

Jung-hyun mengatakan salah satunya dari pelaku ini adalah selebriti.

Hirarki anggota dalam ruang obrolan

Jung-hyun lalu membahas tentang hierarki anggota dalam obrolan grup. Seungri menempati urutan kedua tertinggi setelah Yoo In-Suk dari Yuri Holdings.

Seungri dilaporkan secara teratur meminta anggota dalam obrolan grup meninggalkan obrolan itu, agar tidak ada data memberatkan yang tersisa di ponsel mereka.

Sementara Joon-young menjadi satu-satunya anggota yang tidak meninggalkan obrolan.

"Percakapan itu tidak hanya di satu ruang obrolan. Joon-young tetap berada semua ruang obrolan. Dan inilah awal terkuaknya kasus," tutur Jung-hyun.

Dia menilai semua anggota grup tidak melihat perempuan sebagai manusia, tetapi sebagai alat pemuas nafsu seksual mereka.

Polisi saat ini menyelidiki satu orang dari kalangan selebiriti. Namun Jung-hyun menolak menyebutkan nama karena merasa ini bukan wewenangnya.

Sementara itu, Investigasi kasus masih berlangsung dan polisi belum mengomentari tuduhan perkosaan.
 

Pewarta :
Uploader : Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar