Disunat atau tidak apakah berdampak pada kesuburan pria?

id sunat,kesuburan pria,Disunat atau tidak apakah berdampak pada kesuburan pria?

Ilustrasi (shutterstock)

Palangka Raya (ANTARA) - Disunat tidak memengaruhi kesuburan. Namun, sunat dapat membantu mengatasi masalah penis yang dapat memengaruhi kesuburan pria. Fimosis dan balanitis adalah dua masalah penis yang paling umum menyebabkan ketidaksuburan. Balanitis dan fimosis ditemukan pada 3,5 persen pria yang tidak disunat.

Fimosis adalah masalah yang terjadi ketika kulit kulup penis tidak dapat ditarik ke bawah dan“macet” terperangkap di belakang kepala penis saat sedang ereksi karena terlalu ketat. Fimosis bisa menyebabkan pria jadi tidak subur karena kulit kulup yang terlalu ketat dapat menghambat sel sperma keluar saat ejakulasi untuk masuk ke dalam vagina. Fimosis adalah keadaan darurat medis karena ini dapat menyebabkan kerusakan permanen pada penis, yang bisa semakin menipiskan peluang kesuburan Anda.

Sementara itu, balanitis adalah pembengkakan pada kulit kulup dan kepala penis. Balanitis menyebabkan penis terasa gatal, memerah, dan meradang. Peradangan pada kulit kulup penis secara tidak langsung bisa menghambat keluarnya air mani dan sperma, yang memicu masalah ketidaksuburan.

Baca juga: Usia paling tepat untuk pria disunat

Prosedur sunat yang melibatkan pengangkatan kulit kulup penis dapat mengatasi kedua masalah penis ini. Lantas, apakah hanya dengan sunat peluang pria untuk punya anak akan otomatis meningkat?
Apakah sunat meningkatkan kesuburan pria?

Meski sunat dapat memperbaiki masalah kulit penis, sejauh ini belum ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa penis yang disunat akan meningkatkan kesuburan. Tidak disunat pun tidak secara langsung berdampak buruk pada kesuburan Anda.

Baca juga: Benarkah ada bentuk khusus untuk hasil sunat?

Pasalnya, hal utama yang menentukan kesuburan seorang pria adalah produksi sperma yang berkualitas. Sperma yang berkualitas harus memenuhi tiga faktor penting ini: jumlah, bentuk, dan gerakan yang lincah. Jika ada satu saja kelainan sperma dari ketiga faktor tersebut, maka risiko kemandulan dapat meningkat. Secara umum, gaya hidup dan pola makan yang sehat adalah dua faktor yang berperan penting dalam menjaga kesehatan sperma dan kesuburan pria.

Selain itu, peran kebersihan penis juga tidak kalah penting untuk menjaga kesuburan pria. Kulit kulup dapat menjadi tempat berkumpulnya kotoran. Bila dibiarkan, kotoran akan menumpuk dan rentan menyebabkan infeksi pada organ reproduksi pria. Hal ini dapat menjadi perantara penyebaran infeksi ke pasangan wanita Anda. Infeksi pada vagina adalah salah satu faktor risiko yang dapat mengganggu kesuburan wanita.

Kulit kulup yang telah diangkat setelah disunat dapat memudahkan Anda untuk membersihkan penis. Secara tidak langsung, hal ini dapat meningkatkan kesuburan Anda dan pasangan karena terhindari dari risiko infeksi.

Baca juga: Ciri-ciri pria tidak boleh disunat
Baca juga: Sunat perempuan-"female genital mutilation" berbeda


Sumber:hellosehat

Pewarta :
Uploader : Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar