Logo Header Antaranews Kalteng

DPRD Palangka Raya tekankan pencegahan kecelakaan, minta pengawasan angkutan umum dilakukan rutin

Jumat, 11 April 2025 17:25 WIB
Image Print
Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya, Khemal Nasery. (ANTARA/Rajib Rizali)

Palangka Raya (ANTARA) - Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Khemal Nasery menekankan pentingnya upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas dengan meminta pemerintah kota rutin melakukan pemeriksaan angkutan umum secara berkala, bukan hanya saat hari raya besar keagamaan.

"Meski para ASN dan pelajar sudah kembali menjalani aktivitas dengan normal dan arus balik sudah berlalu. Tetapi bisa saja masih ada warga yang baru kembali ke Kota Palangka Raya dari kampung halamannya," katanya, Jumat.

Ia menjelaskan, pengawasan terhadap armada dan pengemudi angkutan umum merupakan langkah penting demi menjamin keselamatan para penumpang yang menggunakan layanan transportasi tersebut.

Khemal menekankan pentingnya pemeriksaan teknis kendaraan secara menyeluruh, termasuk kelayakan bagian vital seperti sistem pengereman dan kondisi ban.

"Kita lihat bagaimana rem, pastikan bahwa rem itu berfungsi dengan baik. Kemudian ban, seperti bis itu bannya betul-betul harus masih layak untuk dipakai, jangan sampai bannya sudah gundul tapi tetap dipaksakan itu kan sangat berbahaya,” ucapnya.

Selain armada, ia juga menyoroti pentingnya kondisi fisik dan mental para pengemudi yang harus selalu dalam keadaan prima saat bertugas.

Karena itu, ia meminta agar Badan Narkotika Nasional (BNN) melaksanakan tes urine secara acak terhadap sopir bus dan travel untuk memastikan tidak ada yang mengonsumsi zat terlarang.

“Itu harus dicek secara acak dan tanpa ada pemberitahuan, pastikan pada BNN tidak ada menggunakan obat-obat terlarang,” ujarnya.

Khemal menegaskan bahwa aspek keselamatan tidak boleh dikorbankan demi mengejar target atau keuntungan pihak operator transportasi.

Menurutnya, pengawasan terhadap sopir juga perlu diperluas tidak hanya di terminal, tapi juga di tengah perjalanan agar lebih efektif dalam mencegah kelalaian.

“Tidak mesti di terminal, bisa saja di terminal dia tidak pakai, tapi di tengah-tengah jalan dia bisa pakai. Kita pastikan, jangan sampai ada kejadian yang merugikan kita dikarenakan oleh kelalaian kita sendiri, arti human error,” demikian Khemal.



Pewarta :
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026