Awas! Udara di salon kuku mengandung komponen pemicu kanker

id kuku,kutek,Udara di salon kuku mengandung komponen pemicu kanker

Awas! Udara di salon kuku mengandung komponen pemicu kanker

Kandungan kimia pada udara di salon kuku ini ternyata lebih tinggi dibandingkan dengan kandungan kimia pada udara di bengkel mobil. (Shutterstock.)

Jakarta (ANTARA) - Studi terbaru yang dilakukan sejumlah peneliti di University of Colorado menyimpulkan bahwa udara di salon kuku mengandung komponen karsinogen yang memicu kanker.

Kandungan kimia pada udara di salon kuku ini ternyata lebih tinggi dibandingkan dengan kandungan kimia pada udara di bengkel mobil.

Baca juga: Begini cara obati kuku kaki yang menguning

Studi ini mempelajari hubungan antara tingkat senyawa organik yang mudah menguap (VOC) dalam cat kuku serta pengaruhnya terhadap kesehatan pekerja salon kuku yang terpapar bahan kimia ini dan uapnya. Hasilnya tidak terbatas pada pekerja namun juga pada para pelanggan.

Zat kimia seperti benzena dan formaldehida adalah gas hidrokarbon tidak berwarna dan berbau kuat, yang paling populer digunakan untuk mengawetkan cat kuku.

"Studi ini memberikan beberapa bukti bahwa lingkungan ini berbahaya bagi pekerja dan bahwa kebijakan yang lebih baik perlu diberlakukan untuk melindungi mereka,” ujar Lupita Montoya selaku peneliti utama dalam studi tersebut sebagaimana dikutip dari DailyO.

Baca juga: Penyebab kuku kaki menguning

Inspirasi dari penelitian ini datang ketika Montoya berkunjung ke salon kuku beberapa tahun lalu dan terkejut dengan kerasnya aroma kimia pada kuas kuku.

Montoya menduga bahwa aroma tersebut tentu mempengaruhi kualitas udara di dalam salon kuku.

Para peneliti kemudian menemukan bahwa aroma keras tersebut berisiko memicu kanker paru-paru dan kanker kulit terutama pada para pekerja di salon kuku.

Baca juga: Ini kebisaan saat gugup yang merusak kesehatan

Baca juga: Ini alasan kita ngilu dengar kuku menggaruk papan tulis

Baca juga: Cara ampuh obati cantengan

Pewarta :
Uploader : Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar