Ini Alasan pangeran Harry keluar dari Kerajaan Inggris

id Pangeran harry, kerajaan inggris, pangeran harry keluar dari kerajaan inggris

Ini Alasan pangeran Harry keluar dari Kerajaan Inggris

Pangeran Inggris Harry menghadiri acara olahraga rugby di lapangan Istana Buckingham di London, Inggris, Kamis (16/1/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Toby Melville/wsj/djo

Jakarta (ANTARA) - Untuk pertama kalinya Pangeran Harry berbicara mengenai keputusan untuk keluar sebagai anggota senior keluarga kerajaan.

Selama makan malam untuk mendukung Sentebale pada Minggu (19/1) malam waktu setempat di London, Harry berpidato di mana dia mengucapkan terima kasih kepada publik atas dukungan yang diberikan. Dia juga merasa tidak punya pilihan lain selain menjauh dari perannya dalam keluarga kerajaan.

"Sebelum saya mulai, saya harus mengatakan bahwa saya hanya bisa membayangkan apa yang mungkin kalian dengar, atau mungkin baca, selama beberapa minggu terakhir. Jadi, saya ingin Anda mendengar kebenaran dari saya - sebanyak yang saya bisa bagikan, tidak sebanyak seorang pangeran atau adipati, tetapi sebagai Harry, orang yang sama yang telah Anda saksikan tumbuh selama 35 tahun terakhir, tetapi sekarang dengan perspektif yang lebih jelas," ujar Pangeran Harry dilansir The Hollywood Reporter, Senin.

"Inggris adalah rumah saya dan tempat yang saya sukai. Itu tidak akan pernah berubah. Saya tumbuh dengan cinta dan dukungan yang begitu besar dari kalian dan saya menyaksikan ketika kalian menyambut Meghan dengan tangan terbuka, ketika Anda melihat cinta dan kebahagiaan yang saya rasakan. Akhirnya, anak kedua dari Diana bisa berkata, hore!," lanjutnya.

Pangeran Harry kemudian mengatakan bahwa Meghan Markle juga menjunjung nilai-nilai yang ada di kerajaan dan tidak berubah sedikitpun.

"Saya juga tahu bahwa Anda telah mengenal saya dengan cukup baik selama bertahun-tahun untuk memercayai bahwa perempuan yang saya pilih sebagai istri saya, menjunjung tinggi nilai-nilai yang sama dengan saya, dan dia melakukannya. Dan dia adalah masih perempuan yang sama yang saya cintai,"

"Keputusan yang telah saya buat untuk saya dan istri saya untuk mundur bukanlah keputusan yang saya buat dengan enteng. Itu sudah berbulan-bulan dalam pembicaraan dan telah melewati tahun-tahun yang penuh tantangan. Dan saya tahu saya tidak selalu melakukannya dengan benar, tetapi sejauh ini, benar-benar tidak ada pilihan lain. Yang ingin saya jelaskan adalah, kami tidak pergi, dan tentu saja kami tidak menjauh dari Anda," lanjutnya.

Pada hari Sabtu (18/1) Istana Buckingham mengumumkan bahwa pasangan itu tidak akan lagi menggunakan gelar "Yang Mulia" atau menerima dana publik untuk pekerjaan mereka. Pangeran Harry juga membahas keputusan ini dalam pidatonya.

"Harapan kami adalah untuk terus melayani Ratu, Persemakmuran dan asosiasi militer saya, tetapi tanpa dana publik," kata Pangeran Harry.

"Sayangnya, itu tidak mungkin. Saya menerima ini dengan mengetahui bahwa itu tidak mengubah siapa saya atau bagaimana komitmen saya, tapi saya harap ini membantu Anda memahami apa yang terjadi, bahwa saya akan menjauhkan keluarga saya dari semua yang saya hal yang saya alami dan saya berharap ini bisa menciptakan kehidupan yang lebih damai," lanjutnya.

Pewarta :
Uploader : Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar