#dirumahaja, deretan restoran ini dorong layanan pesan antar

id pesan antar makanan,social distancing,#dirumahaja,karantina mandiri,virus corona,covid 19

#dirumahaja, deretan restoran ini dorong layanan pesan antar

Ilustrasi layanan pesan antar makanan (Shutterstock)

Jakarta (ANTARA) - Restoran-restoran di Jakarta mendorong layanan pesan antar, beradaptasi dengan situasi di mana sebagian orang berdiam diri di rumah (#dirumahaja) untuk mencegah penyebaran virus corona baru (COVID-19).

Pelayanan pesan antar juga dibantu dengan tawaran diskon untuk menggaet minat pembeli. Restoran-restoran di Boga Group, misalnya, mempromosikan layanan pesan antar bekerjasama dengan layanan penyedia ojek online.


Restoran Pepper Lunch, Bakerzin hingga Kimukatsu yang berada di bawah grup tersebut menawarkan berbagai promosi, termasuk diskon hingga 40 persen untuk layanan pesan antar.

Baca juga: Pepper rice ala Jepang versi Indonesia, lebih terjangkau

Baca juga: Resep salad tomat-stroberi-keju bergaya Mediterania
 
Langkah ini juga diterapkan banyak pengusaha lain, seperti Ruben Onsu yang memiliki restoran Geprek Bensu. Restoran ayam geprek pedas itu juga mempromosikan diskon untuk pembelian melalui layanan pesan antar.

Penyedia makanan siap saji seperti Hokben, Pizza Hut, KFC hingga Mc Donald's pun getol mempromosikan layanan pesan antar mereka melalui akun media sosial untuk masyarakat yang sedang menerapkan pembatasan sosial dengan berdiam diri di rumah.

Baca juga: Asyiknya makan beramai-ramai di restoran Mediterania

Baca juga: McDonald's Indonesia akan sajikan menu bebas bahan artifisial

 
Baca juga: Menguak rahasia di ayam, burger hingga kentang goreng McD

Baca juga: Malam "Valentine" romantis dengan pemandangan Jakarta dari ketinggian Social distancing

Di sisi lain, penyedia layanan pemesanan ojek melalui aplikasi juga menerapkan jarak aman atau social distancing kepada mitra pengemudi terutama untuk layanan pesan-antar makanan.

Gojek melalui layanan GoFood menerapkan layanan pengantaran tanpa kontak, contactless driver, didukung dengan pembaruan opsi teks pesan cepat, balasan otomatis di fitur Chat.

Sementara Grab memberlakukan jarak aman untuk layanan GrabFood dan GrabExpress. Dalam panduan yang diberikan Grab, pengguna bisa meminta pengemudi untuk meletakkan pesanan di luar pintu atau lokasi tertentu yang sudah disepakati.

Namun, ada juga restoran-restoran yang sementara ditutup selagi virus COVID-19 masih menyebar. Ismaya Group mengumumkan di akun resmi mengenai keputusan menutup sementara restoran-restoran di bawahnya, seperti Tokyo Belly dan Kitchenette, mulai 24 Maret 2020.

"Kami mengutamakan kesehatan dan keselamatan pelanggan serta karyawan," tulis Ismaya.

Baca juga: Bepergian dengan "ojol" di tengah pandemik corona, amankah?

Baca juga: OJK pertimbangkan relaksasi "leasing" motor ojol dampak COVID-19
 
Langkah serupa dilakukan restoran D'Cost yang menutup semua outlet di Indonesia demi mendukung upaya pemerintah mencegah penyebaran COVID-19.

"Segera setelah pandemic COVID-19 ini berakhir, kami akan melakukan pembukaan outlet D'Cost dan siap kembali melayani D'Cost Lovers," tulis D'Cost.
 


Pewarta :
Uploader : Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar