Polda tindak ribuan orang terkait jaga jarak fisik

id polda jawa timur,tindak,orang terkait,jaga jarak fisik

Polda  tindak ribuan orang terkait jaga jarak fisik

Ilustrasi - Polrestabes Surabaya memberlakukan kawasan tertib 'physical distancing' atau jaga jarak secara fisik di Jalan Tunjungan dan Jalan Raya Darmo pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu di jam tertentu dengan tidak memperbolehkan kendaraan melintas atau orang berkumpul di kawasan tersebut guna mencegah penyebaran virus Corona atau COVID-19. (ANTARA Jatim/Didik Suhartono/Zk)

Surabaya (ANTARA) - Polda Jawa Timur menindak ribuan orang karena tidak mengindahkan imbauan menjaga jarak fisik antara manusia sebagai cara penting mencegah penularan virus Corona atau Covid-19.

"Kami beri tindakan tegas terukur, namun humanis atau dengan cara diamankan," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Timur, Komisaris Besar Polisi Trunoyudo Andiko,  di Surabaya, Jumat malam.

Ia menyampaikan, sampai saat ini aparat telah membubarkan sebanyak 240 kegiatan di berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur, yang melibatkan 13.000 orang, dan 3.000-an orang di antaranya sempat ditindak polisi.

"Kebanyakan yang ditindak ini adalah pemilik gerai atau warung. Terhadap orang-orang yang diamankan kemudian diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya," ucapnya.

Dari hasil penindakan itu, kata dia, sudah ada hasilnya dan telah terlihat partisipasi dari pemilik warung yang kini memberlakukan cara membawa pulang makanan pesanan alias take away.

"Mereka sekarang tidak memperbolehkan tempat usahanya untuk nongkrong. Mereka berjualan untuk dibawa pulang pembeli," kata dia. 

Sementara itu, berdasarkan catatan gugus tugas pemerintah Provinsi Jawa Timur, saat ini sebanyak 152 orang terkonfirmasi positif Covid-19 atau naik 49 orang dibanding sehari sebelumnya yang jumlahnya 103 orang.

Secara rinci mengenai data pasien positif Covid-19, di Surabaya terdapat 77 orang, Sidoarjo (14), Lamongan (10), Magetan (sembilan), Situbondo (enam), Kabupaten Malang (lima), Malang (lima), dan Nganjuk (empat).

Kemudian, Gresik (empat), Kabupaten Kediri (empat), Lumajang (3), Jember (dua), Batu (satu), Blitar (satu), Kabupaten Blitar (satu), Kediri (satu), Tulungagung (satu), Banyuwangi (satu), Pamekasan (satu), Jombang (satu), dan Kabupaten Madiun (satu).

Kemudian, untuk warga berstatus pasien dalam pengawasan mencapai 717 orang atau bertambah dari data sehari sebelumnya yang jumlahnya sebanyak 686 orang.

Berikutnya, orang dalam pemantauan tercatat 9.435 orang atau meningkat dari sehari sebelumnya yang berjumlah 8.395 orang.

Pewarta :
Uploader : Admin 1
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar