Gugus tugas dorong penambahan PCR di Kalteng

id Pemprov kalteng, gugus tugas covid 19, pcr, swab mandiri, mobil pcr, rumah sakit

Gugus tugas dorong penambahan PCR di Kalteng

Ilustrasi-Kementerian Kesehatan melalui Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKL PP) Kelas 1 Medan menggeler tes swab secara massal di GBKP KM.4 Padang Bulan, Jalan Jamin Ginting, Medan. (ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus)

Palangka Raya (ANTARA) - Kecepatan diagnostik dan konfirmasi kesembuhan di Provinsi Kalimantan Tengah diklaim semakin besar, sejak beroperasinya empat mesin Polymerase Chain Reaction atau PCR.

Empat mesin PCR di Kalteng itu, yakni tiga di Rumah Sakit Umum Daerah Doris Sylvanus dan satu di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kalteng Sugianto Sabran, melalui Wakil Ketua Harian Suyuti Syamsul di Palangka Raya, Jumat.

"Kemudian dalam persiapan izin akses satu PCR yakni milik RSUD Kota Palangka Raya, serta RS Bayangkara dan RS TNI dalam persiapan pengadaan PCR," jelasnya yang juga menjabat Kepala Dinas Kesehatan Kalteng tersebut.

Menurutnya, Gugus Tugas Kalteng juga sedang mendorong minimal tiga kabupaten lagi dengan populasi besar, agar bisa secara mandiri melakukan pemeriksaan PCR.

Pihaknya sendiri sedang dalam persiapan pengadaan mobil laboratorium untuk medorong percepatan pemeriksaan swab di kabupaten-kota yang ada di Kalteng.

Saat ditanyakan perkiraan waktu pengadaan mobil laboratorium tersebut, Suyuti mengungkapkan pihaknya belum bisa memastikan namun tentunya diusahakan secepatnya.

"Saya belum bisa pastikan, diusahakan secepatnya. Mobil laboratorium tersebut nantinya, digunakan untuk memperkuat kabupaten yang PCR-nya terbatas," ungkapnya.

Sementara itu, terkait perencaaan penganggaran pemerintah selalu harus sesuai dengan kewenangan masing-masing.

Pemerintah provinsi harus menganggarkan sesuai kewenangannya, begitu pula pemerintah kabupaten maupun kota harus menganggarkan sesuai kewenangannya.

"Oleh karena itu, semua kegiatan atau program yang diusulkan harus dipastikan sesuai dengan kewenangan masing-masing," tuturnya.

Sementara itu, berdasarkan data terbaru yang pihaknya rilis pada Jumat (3/7), terjadi penambahan pasien sembuh sebanyak 21 orang.

21 pasien sembuh itu, berasal dari Palangka Raya 10 orang, Katingan 2 orang, Kotawaringin Timur 2 orang, Kapuas 1 orang dan Gunung Mas 6 orang.

Sedangkan positif COVID-19 bertambah 8 orang, berasal dari Palangka Raya 1 orang, Kotawaringin Barat 1 orang, Katingan 1 orang, Kapuas 1 orang, Pulang Pisau 1 orang, dan Gunung Mas 3 orang.

Pasien positif COVID-19 meninggal bertambah 1 orang berasal dari Palangka Raya. Adapun secara kumulatif positif COVID-19 di Kalteng menjadi 991 kasus, terdiri dari 434 dalam perawatan, 497 sembuh dan 60 meninggal.

Pewarta :
Uploader : Admin 4
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar