Pemain Newcastle alami kelelahan ekstrem akibat COVID

id Newcastle United ,Steve Bruce , COVID19,Pemain Newcastle alami kelelahan ekstrem akibat COVID,Pemain Newcastle

Pemain Newcastle alami kelelahan ekstrem akibat COVID

Logo Newcastle United di area markas klub Liga Premier Inggris itu di Newcastle, Inggris, pada 24 November 2020. (ANTARA/REUTERS/Lee Smith)

Jakarta (ANTARA) - Manajer Newcastle United Steve Bruce mengungkapkan sejumlah pemainnya yang terjangkit COVID-19 mengalami kelelahan ekstrem ketika mereka berusaha berjuang kembali fit bahkan mengalami kesulitan berjalan.

The Magpies akan kembali tanpa sejumlah pemain mereka untuk partai kandang melawan Fulham pada Sabtu sebagai dampak merebaknya penyakit virus corona yang menyebabkan klub itu menutup tempat latihan mereka pada akhir bulan lalu.

Bek Federico Fernandez dan gelandang Isaac Hayden telah kembali bermain pekan lalu namun sejumlah rekannya tidak seberuntung mereka.

"Kami mengalami segalanya," kata Bruce seperti dikutip AFP, Jumat. "Kami pernah mengalami muntah, nyeri, sariawan, tidak dapat membau, tidak dapat merasa, tetapi hal yang besar, tentu saja, dan yang mengkhawatirkan, adalah keselamatan satu atau dua atau tiga dari mereka.

"Ini sangat tidak bagus. Ini akan terjadi selama beberapa pekan dan dalam jangka panjang Covid adalah sesuatu yang kalian tidak kira bakal menimpa para atlet muda dan fit. Sayangnya demikian."

Hal yang paling mengkhawatirkan dari COVID-19 menurut Bruce adalah efek kelelahan berkepanjangan.

"Mereka berjalan selama setengah jam dan kemudian mereka ingin kembali ke kasur," kata Bruce.

"Sebrutal itu (virusnya). Ini sangat menyulitkan. Sangat menyulitkan dalam beberapa pekan ini."

Dua pemain klub Newcastle terjangkit COVID-19 dan Bruce mengakui perjuangan mereka melawan virus itu menjadi gambaran betapa seriusnya penyakit tersebut dan situasi pandemi sekarang ini.

"Kami prihatin dengan kedua pemain kami dan keselamatan mereka. Ini menakutkan ketika kalian mengira mereka muda dan fit dan atlet yang sangat hebat.

"Jika ada orang yang butuh diingatkan betapa seriusnya ini, maka kami telah menjadi saksinya."