Tesla dinilai salah kaprah tentang teknologi otonom

id tesla,otonom,Tesla dinilai salah kaprah tentang teknologi otonom,CEO Waymo, John Krafcik

Tesla dinilai salah kaprah tentang teknologi otonom

Dokumentasi - Interior kendaraan listrik Tesla Model 3 di Moskow, Rusia Kamis (23/7/2020). ANTARA/REUTERS/Evgenia Novozhenina/am.

Jakarta (ANTARA) - CEO Waymo, John Krafcik mengatakan bahwa sistem "full self-driving" Tesla bukanlah pendekatan yang tepat untuk sebuah kendaraan yang sepenuhnya otonom.

"Ini adalah kesalahpahaman bahwa Anda dapat dengan mudah mengembangkan sistem bantuan pengemudi lebih jauh sampai suatu hari, Anda dapat secara ajaib beralih ke sistem mengemudi yang sepenuhnya otonom," kata Krafcik saat wawancara dengan Manajer Magazin yang dikutip dari CarsCoops, Senin.

Autopilot Tesla telah dikritik selama bertahun-tahun karena cara pemasarannya, terutama dalam iterasi terbaru yang disebut 'Full-Self Driving'. Istilah 'mengemudi sendiri sepenuhnya' telah membuat sejumlah pelanggan percaya bahwa sistem bantuan pengemudi Tesla sepenuhnya otonom.

Baca juga: Ini spesifikasi sedan baru Nio pesaing Tesla

Itu tidak benar, karena orang yang duduk di belakang kemudi harus siap untuk melanjutkan kendali pada setiap saat ketika mereka berada dalam kendaraan.

Kendati demikian, baru-baru ini Elon Musk mengatakan bahwa dirinya sangat yakin bahwa perusahaannya akan dapat menawarkan fungsi otonom sepenuhnya kepada pelanggan di beberapa daerah akhir tahun ini sebagai layanan berlangganan.

Fitur Full Self-Driving telah dirilis untuk sejumlah pemilik Tesla akhir tahun lalu sebagai versi beta.

Krafcik juga mengatakan bahwa dia tidak melihat Tesla sebagai pesaing dalam kendaraan otonom, dia juga menambahkan bahwa pembuat EV "mengembangkan sistem bantuan pengemudi yang sangat baik".

Perlombaan menuju otonomi penuh memiliki banyak pemain di industri saat ini, dengan Waymo, sebuah perusahaan teknologi milik Google, dianggap sebagai salah satu pemimpinnya.

Waymo telah mengoperasikan armada kendaraan yang sepenuhnya tanpa pengemudi di Phoenix sebagai layanan ride-hailing dan saat ini sedang mengembangkan lebih lanjut sistem 'Waymo Driver' baik di jalan nyata maupun dalam simulasi.

Baca juga: Bos Tesla dinobatkan sebagai orang terkaya di dunia

Baca juga: Korsel selidiki kecelakaan Tesla Model X

Baca juga: Bos Apple disebut pernah tolak akuisisi Tesla