Palangka Raya (ANTARA) - Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tjilik Riwut Palangka Raya Chandra Mukti meminta masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir di wilayah Kalimantan Tengah.
"Sampai enam hari mendatang, waspadai potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang di sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah," kata Chandra di Palangka Raya, Kamis.
Dia menambahkan, wilayah yang berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang dan petir serta kilat itu merata di 13 kabupaten dan satu kota di Provinsi berjuluk "Bumi Tambun Bungai, Bumi Pancasila" itu.
"Kondisi ini berpeluang besar terjadi pada pagi menjelang siang, sore menjelang malam hingga dini hari yang ditandai adanya awan Cumulonimbus (Cb)," katanya.
Pihaknya pun mengimbau masyarakat Kalteng juga diminta mewaspadai adanya pertumbuhan awan konvektif atau awan Cumulonimbus untuk segera menjauhi arah awan tersebut.
Kondisi itu juga harus menjadikan masyarakat semakin waspada terhadap potensi adanya genangan air, banjir, banjir bandang, tanah longsor dan pohon tumbang akibat terjadinya hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang.
Jika melihat fenomena tersebut masyarakat agar waspada dan segera mencari tempat teduh namun tidak di bawah pohon. Saat terjadi hujan lebat disertai angin kencang dan petir, masyarakat diminta segera mencari tempat berlindung yang aman seperti di dalam rumah atau gedung.
"Jauhi papan reklame atau baliho, pohon besar dan jangan berada di lapangan atau tempat terbuka untuk menghindari sambaran petir atau tumbangnya pohon, papan reklame dan sejenisnya," katanya.
Baca juga: Pemprov Kalteng perkuat peran perempuan cegah radikalisme dan terorisme
Untuk dapat memperbaharui informasi perkembangan cuaca, masyarakat dapat mengakses layanan yang diberikan BMKG melalui laman resmi BMKG, aplikasi BMKG dan berbagai media sosial BMKG.
Dalam rangka meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi dini terhadap potensi bencana alam akibat cuaca, BMKG juga selalu menyampaikan prakiraan dan perkembangan cuaca terbaru kepada pemerintah daerah, instansi vertikal hingga pegiat sosial.
Baca juga: Pemprov Kalteng bangun 15.529 unit rumah layak huni dalam enam tahun
Baca juga: Pemprov Kalteng antisipasi lonjakan harga bahan pokok