Muara Teweh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Barito Utara, langsung menindaklanjuti kelurahan warga yang berada di Jalan Taman Rekreasi Remaja (Tarera) Muara Teweh, terkait pembuangan air limbah rumah tangga di kawasan jalan tersebut.
Menindaklanjuti keluhan warga tersebut, Camat Teweh Tengah Jati Prayoga bersama Sekcam Teweh Tengah Reddy Wahyu Nugraha, Lurah Lanjas dan warga setempat melihat adanya air limbah rumah tangga yang mengalir di jalan sehingga sehingga mengakibatkan jalan di Taman Rekreasi mengalami kerusakan, Kamis.
Menurut salah seorang warga di Jalan Taman Rekreasi Remaja Ating, limbah pembuangan rumah tangga rata-rata di daerah ini banyak yang mengalir ke jalan, sehingga mengakibatkan jalan rusak dan berair.
"Jalan di daerah ini banyak rusak dan berair, akibat air pembuangan limbah rumah tangga mengalir ke jalan,” kata dia.
Dirinya berharap agar air limbah dari rumah tangga warga di daerah setempat bisa di alihkan ke belakang rumah dan jangan sampai menggenangi jalan yang hampir setiap hari dilalui pengguna jalan baik roda dua maupun roda empat.
“Wajar saja kami warga di daerah ini mengeluhkan kondisi jalan tersebut, karena sudah beberapa kali dilakukan perbaikan namun selalu rusak, hal ini akibat air limbah dari rumah tangga merembes ke jalan,” kata Ating lagi.
Camat Teweh Tengah Jati Prayogo membenarkan bahwa pihaknya bersama Sekcam, dan Lurah Lanjas turun ke lapangan dalam rangka menindaklanjuti keluhan warga di Jalan Taman Rekreasi Remaja dengan adanya kerusakan jalan akibat air limbah yang mengalir di jalan di daerah setempat.
“Kita akan melakukan sosialisasi dahulu sebelum Dinas PUPR melakukan penanganan jalan tersebut. Kita sudah ke lapangan, Lurah Lanjas dan Ketua RT setempat juga ikut dalam cek lapangan untuk memberikan pemahaman kepada warganya agar air pembuangan limbah tidak mengalir ke jalan,” kata Jati
Dikatakannya, ada beberapa rumah warga di daerah setempat sudah disampaikan, dan malah mereka langsung tanggap akan membuat saluran pembuangan limbah rumah tangga baru agar tidak meluber ke jalan.
Selain itu kata Jati, Lurah Lanjas diinstruksikan untuk melakukan pemetaan terhadap rumah warga apakah memiliki saluran pembuangan atau tidak ada saluran pembuangan.
“Kalau mereka (warga) tidak memiliki saluran pembuangan di belakang rumah, maka kita akan bermohon kepada Dinas PUPR untuk membuat parit untuk pembuangan air limbah rumah tangga di depan sampai di rumah Ketua RT 17 sampai ke ujung Cafe Jakarta yang nantinya akan dibangun parit dan gorong-gorong untuk pembuangan saluran air agar tidak meluber ke jalan,” kata dia.